Kegiatan

OASIS, Inovasi Pemanfaatan Limbah Slury

SLURYQoirul, Safrizal, Delia, Devi, dan Dilla adalah mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian yang melaksanakan program untuk mengoptimalkan potensi limbah slurry menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomis. Slurry dijadikan sebagai media utama dalam proses budidaya cacing, budidaya sayuran dan pembuatan pupuk cair. Dusun Bendrong, Desa Arjosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, merupakan salah satu wilayah pedesaan yang sangat berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki 77 instalasi biogas yang merupakan program dari pemerintah. Pengolahan limbah yang dilakukan berbasis Integrated Farming System yaitu dengan menggabungkan dua sektor yaitu peternakan dan pertanian. Sasaran utama dari program yang diusulkan oleh ke-5 mahasiswa FTP ini

Pada penerapannya, slurry atau limbah biogas diperas dengan menggunakan alat press untuk memisahkan padatan dan cairan. Padatan slurry inilah yang dijadikan media tumbuh cacing. Setelah diperas, padatan slurry kemudian diangin-anginkan untuk menghilangkan gas metana yang masih tersisa karena untuk media tumbuh cacing padatan slurry harus terbebas dari gas metana. Cairan yang dihasilkan dari proses pemerasan ditampung untuk dijadikan pupuk cair agar dapat memberikan manfaat dan tidak terbuang begitu saja, papar Qoirul.

Dari proses budidaya cacing selain mendapatkan penghasilan juga menghasilkan kascing (kotoran cacing) yang dapat dijadikan sebagai kompos untuk budidaya sayuran dan juga dikemas lalu dipasarkan sehingga bernilai ekonomis. Tidak hanya berhenti pada proses budidaya cacing, kelima mahasiswa ini juga membuka mitra untuk membantu dalam hal  pemasaran cacing setelah di panen. Dengan begitu warga dusun Bendrong tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan cacing tersebut.

Inovasi budidaya cacing dengan memanfaatkan limbah slurry sebagai medianya, berawal dari produksi slurry setiap harinya sangat melimpah akan tetapi pemanfaatannya masih belum optimal yaitu hanya dimanfaatkan sebanyak 25%. “Karena Slurry yang dihasilkan setiap harinya dibuang dan dialirkan di sungai, papar Safrizal. Slurry yang dibuang di sungai terdiri dari komponen padat dan cair sehingga komponen padat menggunung dan menyebabkan tersumbatnya aliran sungai. Selain itu, juga mengganggu ekosistem sungai dan keindahan lingkungan.

“Kami ingin mengubah pola fikir masyarakat di daerah dusun Bendrong bahwa Slurry akan menjadi sumber pendapatan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika pemanfaatannya dilakukan secara optimal papar ke 5 mahasiswa tersebut. Produk yang dapat dihasilkan remaja masjid Dusun Bendrong melalui program OASIS adalah cacing, pupuk cair, pupuk kascing, dan sayuran. Dari produk-produk tersebut harapannya dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan.(dse)

International Conference on Green Agro Industry and Bioeconomy (Call for Paper)

icgabEkspansi industri global untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mengakibatkan dampak yang parah terhadap lingkungan, yang umumnya berasal dari berbagai sumber termasuk eksploitasi sumber daya alam, penggunaan bahan bakar fosil, emisi gas rumah kaca, dan penggundulan hutan. Penciptaan bioekonomi melalui perluasan agroindustri hijau dapat menciptakan lapangan kerja / industri yang berkelanjutan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan untuk pembangunan berkelanjutan, sambil mempertahankan sumber daya alam / keanekaragaman hayati, mengurangi perubahan iklim, dan meningkatkan peluang di sektor pertanian. Seruan untuk memilah-milah pengetahuan, berbagi kisah sukses, dan mendorong kolaborasi antar-disiplin interdisipliner internasional, oleh karena itu penting untuk mendorong pengembangan agroindustri yang kompetitif dan mengatasi tantangan terkait di negara berkembang. Fakultas Teknologi Pertanian akan mengadakan seminar internasional yang membahas Green Agro-Industry & Bioeconomy pada 24-25 Oktober 2017

Konferensi tersebut mengundang kontributor pada topik berikut:

  1. ON FARM – FOOD PRODUCTION SYSTEM
  • Organic Farming
  • Urban farming
  • Slow-Release Fertilizer
  • Precision Agriculture and Farming-
  • Agricultural Machineries and Robotic
  • Pest and Diseases Management in Agriculture
  • Integrated Soil Fertility Management
  • Land and Water Management
  • Climate Change and Biodiversity Protection
  • Resources Saving Technology
  • Agricultural Ergonomic
  • Food Security
  • Animal Husbandry Management and Technology
  • Fisheries and Aquaculture
  • Silviculture and Agro Forestry
  • Empowerment and Agricultural Extension
  1. OFF FARM –FOOD PRODUCTION SYSTEM
  • Postharvest Technology
  • Food Processing Technology
  • Food Microbiology
  • Food Nutrition
  • Food Safety
  • Food Sensory
  • Nutraceutical Products
  • Functional Foods
  • Eco-Food Tourism
  • Eco-Food Culture and Consumer Studies
  • Green-cuisines
  • Cleaner Production
  • Environmental Friendly, Reusable and Recyclable Packaging
  1. PRODUCTION SYSTEM MANAGEMENT AND REGULATION
  • Food Quality Management
  • Environmental and Eco-Marketing
  • Supply Chain Management
  • Strategic Risk Management
  • Agroindustrial Management System
  • Production Planning and Inventory Control
  • Tecno-economic assessment
  • Free Trade and Global Legislation
  • Land Conversion and Use Policy
  • Taxation, Incentive and Regulation
  • Natural Resources Efficiency Policy
  • Food Law
  • Halal Assurance and Policy
  • Eco-Labelling and Certification
  1. BIOTECHNOLOGY AND BIOPROCESSING
  • Bioinformatics
  • Membrane Technology
  • Industrial Biotechnology
  • Biomass and Bio-based Products
  • Enzyme and Microbial Technology
  • Microbial Strain Improvement
  1. RENEWABLE ENERGY
  • Bioenergy
  • Biorefinery
  • Wind energy
  • Algae-based Fuels
  • Hydrogen Production Technology and Fuel Cell
  • Solar Thermal Technology
  • Geothermal Technology
  1. WASTE AND ENVIRONMENTAL MANAGEMENT
  • Food and Organic Waste Recovery and Recycling
  • Bioremediation
  • Solid waste Management and treatment
  • Water pollution and treatment
  • Hazardous waste and waste treatment
  • Industrial Ecology
  • Environmental toxicology
  • Carbon, energy and nutrient footprint
  • Life Cycle Assessment
  • Waste and Environmental Policy/Regulation

Abstracts harus ditulis dalam Bahasa Inggris format MSWord Times New Roman (12 pt), single space dan harus mencantumkan summary (max. 250 karakter) yang meliputi:
1. Tujuan dan pendekatan
2. Inovasi ilmiah dan relevansi
3. Hasil dan kesimpulan (awal)

Penulis juga perlu memberikan:
1. Topik yang berlaku (1 sampai 6) dan sub topik.
2. Judul
3. Nama lengkap, afiliasi, e-mail penulis utama untuk semua korespondensi
4. Bagi penulis lain mencantumkan nama lengkap dan afiliasi.

Makalah yang diterima akan disajikan secara lisan dalam sesi paralel atau poster. Penulis akan mendapat informasi keputusan Komite Program pada bulan Juni 2017.

Abstract dapat dikirimkan melalui:
http://icgab.ub.ac.id/submission-and-registration/
pertanyaan dan lain sebagainya dapat menghubungi
email icqab@ub.ac.id dengan Subject “Abstract/Paper Submission”

BANK ACCOUNT
Seluruh pembayaran harus dibayarkan melalui:
Rector UB (Brawijaya University) Account No. 0039649531
Bank Negara Indonesia (BNI 1946) – Branch Office Brawijaya University
Swift Code: BNINIDYAXXX
Payment References: ICGAB2017

TANGGAL PENTING :
Abstract submission deadline : 30 May 2017
Abstract Review and evaluation by the Progamme Committe : 31 May2017-14 June 2017
Abstract acceptance notification : 15 June 2017
Manuscript (full paper) submission : 3 Juli 2017
Early bird registration : Before 16 July 2017
Conference Day : 24 – 25 October 2017

keterangan lebih lengkap dapat menghubungi:
http://icgab.ub.ac.id/
email:icga@ub.ac.id
Agustin Krisna Wardani (+628125253 3560)
Sri Suhartini (+628787381 5196)
Secretariat:JI.Veteran.Malang (+62341-580106)

BEM FTP Selenggarakan Khitanan Masal

khitanan masalBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya menyelenggarakan Khitanan Masal, Sabtu (06/05/2017).  Bekerja sama dengan Poliklinik Universitas Brawijaya,  kegiatan ini merupakan puncak rangkaian acara Social Incredible Agritech Moment (SIAM) persembahan BEM FTP.

Tak hanya mendapat fasilitas khitan gratis, sebanyak 50 peserta berusia maksimal 12 tahun yang hadir dengan didampingi keluarganya ini juga mendapat bingkisan dan pengarahan dari tim SIAM FTP tentang bagaimana tata cara menjaga kebersihan sejak dini.

Presiden BEM FTP, Fikri Izza Almirzaky menjelaskan, “Sengaja kami menggelar acara ini untuk mendekatkan diri pada masyarakat. Selama ini FTP identik dengan prestasi saja sampai ada istilah bahwa FTP adalah Fakultas Tempat Prestasi saking seringnya teman teman FTP meraih prestasi di level nasional maupun internasional, nah melalui kegiatan ini kami ingin membuktikan bahwa sesungguhnya FTP juga peduli pada masyarakat dan sesama. Sebenarnya sudah banyak kegiatan kegiatan sosial yang kami lakukan sebelum ini, namun kami melihat bahwa ternyata masih ada beberapa pihak yang belum melaksanakan khitan karena terganjal biaya. Padahal selain syariat agama Islam, khitan juga merupakan salah satu anjuran kesehatan untuk menjaga kebersihan. Karena itulah kami lalu melaksanakan kegiatan khitanan masal gratis ini. Harapannya semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi semuanya,” pungkasnya. (dse)