Ditulis pada tanggal 8 Agustus 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Ketiga pakar lingkungan dari jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian paparkan hasil penelitiannya dalam seminar Water and Environment Technology Conference yang berlangsung di Hokkaido University, Jepang, Sabtu-Minggu (22-23/07/2017). Ketiganya adalah Fajri Anugroho, STP, M.Agr. Ph.D., Novia Lusiana, STP., MSi., serta Akhmad Adi Sulianto, STP., MT., Ph.D.

Dalam paparannya, Fajri Anugroho, STP, M.Agr. Ph.D. menjelaskan tentang “The Efficiency of Landfill Leachate Treatment on Turbidity”,  suatu metode tentang pengolahan air sampah “lindi” bagi keamanan lingkungan. Sementara Novia Lusiana, STP., MSi., menjelaskan tentang “The Pattern of Water Quality Reduction in Upper of Brantas Watershed, Batu and Malang City, Easy of Java Indonesia” suatu penelitian tentang pola penurunan kadar kualitas air di daerah aliran sungai Brantas yang melintasi Batu dan Malang, Indonesia.  Sementara itu, makin menjamurnya industri kecil dan menengah di Indonesia menginspirasi Akhmad Adi Sulianto, STP., MT., Ph.D. menyajikan penelitiannya yang berjudul “Renewable Energy from Wastewater Treatment on Small and Medium Industry in Indonesia” , suatu upaya mendapatkan energi terbarukan dari biogas berdasar pengolahan limbah industri kecil dan menengah.

Water and Environment Technology Conference (WET) merupakan suatu konreferensi intrenasional yang berfokus pada topik yang terkait dengan lingkungan, air, dan menyediakan forum hibrida yang mengagendakan pertukaran informasi, gagasan dan pengetahuan di kalangan ilmuwan, insinyur dan mahasiswa tingkat dunia. Tahun 2017 ini, konferensi WET yang disponsori Japan Society on Water Environment ini mengangkat tujuh tema utama yaitu Analisis Kualitas Air dan Lingkungan; Pemodelan Air dan Lingkungan; Restorasi Air dan Air Limbah; Pemulihan Lingkungan Terkontaminasi; Bahan Kimia Berbahaya dan Pengelolaan Limbah; Penilaian Kesehatan Masyarakat dan Risiko; serta Pendidikan dan Pelatihan Lingkungan. (dse)