Ditulis pada tanggal 6 October 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan kuliah tamu bertema “Discover India, Culturally and Scientifically” Rabu (04/10/2017) di Aula FTP lantai II. Menghadirkan Prof. Uma Mageshwari dan Dr. Kalaiselvi Senthil dari Avinashilingam University for Women – Tamil Nadu , India, kuliah tamu yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini tampak dipadati sekitar 300 mahasiswa berbagai jurusan di FTP.

Dalam paparannya, Dr. Kalaiselvi Senthil menjelaskan tentang budaya dan sistem pendidikan di India. “India is a land for diversity. Banyak sekali keragaman budaya yang akan kalian temui di India. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, India memiliki populasi lebih dari satu miliar jiwa. Secara geografis, India jugamerupakan negara terbesar ketujuh dunia. Selain itu, salah satu keistimewaan India adalah sebagai tempat kelahiran empat agama besar dunia yaitu Hindu, Buddha, Jainisme, dan Sikhisme. Tetapi agama yang dianut masyarakat India tidak terbatas pada keempat agama tersebut diatas tetapi juga ada Islam, Kristiani, Yahudi, Parsi dan lain lain. Karena keragaman agama dan luasnya wilayah itu lah yang mempengaruhi kebudayaan India. Selain itu kebudayaan India juga terbentuk sejak jutaan tahun lalu diawal berdirinya India. Meski India telah berdiri sejak 1500 SM tetapi kebudayaannya terutama banyak dipengaruhi oleh zaman dinasti Maurya yang dipimpin Raja Candragupta. Pada masa pemerintahan Chandragupta ini juga merupakan persinggungan antara India dengan bangsa asing, tepatnya kekaisaran Macedonia yang dipimpin oleh Alexander Agung. Sejarah menunjukkan bahwa terdapat sekitar sepuluh raja dalam dinasti Maurya ini yang berkuasa di India selama 137 tahun lamanya. Bahkan salah satu warisan Maurya yang terus digunakan pada masa modern sampai saat ini adalah Kapital Singa Ashoka di Sarnatha hingga dijadikan lambang nasional India,” paparnya.

Lebih lanjut Dr. Kalaiselvi Senthil juga menjelaskan selintas pendidikan di India,”Pendidikan di India saat ini menggunakan pola yang di adobsi dari Negara Inggris. Sistem pendidikan India menggunakan skema 10-2-3 untuk usia sekolah.¬† Tingkat awal 10 tahun terbagi dalam 3 jenjang, yaitu primari (5 tahun), upper primary (3 tahun), dan secondary (2 tahun). Struktur pendidikan sekolah yang seragam tersebut telah diimplementasikan oleh seluruh negara bagian dan teritori India. Tetapi selain itu terdapat pula beberapa sistem pendidikan konvensional seperti misalnya gurukul system yang menerapkan prinsip siswa belajar dirumah seorang guru (bukan di sekolah). Kemudian mengenai pendidikan tinggi, pada dasarnya universitas di India terdiri dari dua tipe, yaitu kesatuan dan afiliasi. Universitas kesatuan terbatas pada sebuah kampus tunggal yang menawarkan kuliah pasca sarjana dan sarjana. Universitas kesatuan ini umumnya sangat menekankan pada penelitian seperti contohnya Aligarh Muslim University, Banaras Hindu University,¬† Mysore University dan Jawaharlal Nehru University (JNU). Sementara universitas afiliasi merupakan jenis universitas yang paling banyak terdapat di India. Biasa universitas semacam ini mempunyai satu kampus pusat dan beberapa departemen atau sekolah yang tersebar di banyak daerah seperti misalnya Indian Institute of Technology, Birla Institute of Technology, All India Institute of Medica Sciences, Indian Forest Research Institute, dan Indian Veterinary Research Institute. Terdapat banyak beasiswa yang disediakan untuk berbagai jenjang, jadi jangan ragu, ayo datang ke India,” pungkasnya.

Sesi selanjutnya yang merupakan pemaparan tentang “Taste of India” disampaikan oleh Prof. Uma Mageshwari. “Ciri khas masakan India adalah penggunaan berbagai rempah-rempah khas India dan sayuran yang tumbuh di India, dan beraneka ragam hidangan vegetarian. Masakan India juga mencerminkan keanekaragaman iklim, demografi, dan agama. Masakan India, mulai dari hidangan di rumah hingga hidangan untuk festival berakar dari tradisi yang diatur oleh naskah Ayurweda yang mengatur sistem klasifikasi makanan dalam berbagai golongan seperti¬† sattva, rajas, atau tamas. Masing-masing kategori makanan dipercaya berpengaruh kuat terhadap kesehatan jasmani dan rohani. Perlu juga diketahui bahwa banyak diantara masyarakat India merupakan penganut vegetarian. Pada umumnya makanan pokok orang India adalah beras, atta (tepung gandum utuh), dan berjenis-jenis kacang. Jenis kacang yang terpenting adalah masoor (lentil), chana (kacang arab), toor (kacang gude), urad (kacang hitam), dan kacang hijau. Kacang-kacangan dapat digunakan utuh, dikupas, dibelah dua setelah dikupas (disebut dal), atau kacang arab yang dihaluskan menjadi tepung (besan). Hidangan lengkap di India terdiri dari nasi putih atau beraneka jenis roti (naan, puri, roti) dan kari sayuran (sabzi). Daging ternak atau makanan laut tidak dianggap sebagai hidangan utama, bahkan termasuk oleh mereka yang non vegetarian. Dalam masakan India, selain sebagai hidangan utama, sayuran dimasak sebagai hidangan pembuka, makanan ringan, acar, dan hidangan penutup. Beberapa kuliner India yang mendunia diantaranya adalah nasi biryani yang dapat dikombinasikan dengan ayam atau kambing,” jelasnya seraya mendemokan cara membuat nasi biryani. (dse)