Ditulis pada tanggal 20 September 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Kelompok Paduan Suara “FLOICE” Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya berhasil meraih dua emas pada dua kategori Festival Paduan Suara ITB XXV  yang berlangsung pada 15-19 September 2017 di Aula Barat – Institut Teknologi Bandung.

Floice dengan 42 anggota yang dikomandani Agustinus Wahyu Permadi selaku konduktor ini berhasil meraih dua emas di dua kategori berbeda yaitu Paduan Suara Musik Pop dan Jazz serta Paduan Suara Lagu Rakyat Indonesia.

Pada kategori Paduan Suara Musik Pop dan Jazz FLOICE berhasil memukau dewan juri dan seluruh undangan yang hadir dengan lagu lagu aransemen Dinar Primasti yang begitu harmonis. Diawali dengan lagu “Nurlela” yang menghipnotis seluruh penonton , FLOICE semakin mampu menghanyutkan emosi dalam lagu “Bahasa Kalbu” . Puncaknya pada lagu penutup “Spain” yang terasa begitu berwarna, penampilan FLOICE yang mendapat standing applause berhasil meraih skor tertinggi dan berhak membawa pulang emas sebagai juara pertama.

Tak hanya itu, FLOICE juga berhasil meraih emas sebagai peraih nilai tertinggi pada kategori Paduan Suara Lagu Rakyat Indonesia berkat koreografi rancaknya dalam lagu lagu daerah. Tiga lagu yang dibawakan dengan apik tersebut adalah “Beungong Jeumpa”dan “Luk-Luk Lumbu” arransemen Budi Susanto Yohanes serta “Yamko Rambe Yamko” arransemen Agustinus Bambang Jusana.

Menanggapi kemenangan ini, Wakil Dekan III FTP bidang Kemahasiswaan, Yusuf Hendrawan, STP.M.App.Life.Sc.Ph.D., berkata,”Alhamdulillah, selamat untuk FLOICE dan LKM Seni FTP. FLOICE berlomba di dua kategori, dan dua duanya juara semua. Semoga bisa menjadi motivasi bagi adik adik kelasnya di FTP UB. Ini juga membuktikan bahwa tidak hanya dibidang penalaran saja,tetapi FTP UB juga unggul di bidang seni dan lain sebagainya. Benar-benar membuktikan bahwa FTP adalah Fakultas Tempatnya Prestasi. Semoga barokah,” paparnya.

Festival Paduan Suara ITB merupakan program dua tahunan yang diselenggarakan oleh PSM-ITB untuk mengembangkan musikalitas paduan suara yang ada di Indonesia. Tahun 2017 merupakan FPS ITB ke-25 dengan tema “Menyongsong Setengah Abad Kiprah FPS dalam Membangun Dunia Paduan Suara Indonesia.”  Terdapat tujuh kategori yang dilombakan yaitu : Kategori A (Paduan Suara Setingkat Sekolah Dasar); Kategori B (Paduan Suara Setingkat Sekolah Menengah Pertama);  Kategori C (Paduan Suara Setingkat Sekolah Menengah Atas);  Kategori D (Paduan Suara Campuran Dewasa); Kategori E (Paduan Suara Lagu Rakyat Indonesia);  Kategori F (Paduan Suara Sejenis Dewasa ) dan  Kategori G (Paduan Suara Musik Pop dan Jazz). Sebagai salah satu inisiator festival paduan suara berskala nasional pertama di Indonesia FPS ITB saat ini termasuk menjadi barometer festival paduan suara yang serupa.  Selain perlombaan dan konser persahabatan, FPS ITB XXV 2017 juga mengadakan lokakarya dengan menghadirkan pakar paduan suara berkelas dunia yaitu Dr. Joel Navarro (Amerika Serikat) dengan materi “How to Prepare Your Choir for International Competition” dan Lim Ai Hooi (Singapura) yang memaparkan “Vocal Blend and Colours”. (dse)