Ditulis pada tanggal 13 Maret 2018, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Tim tari “Floletta” dari Lembaga Kegiatan Mahasiswa (LKM) Seni – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya berhasil menjuarai kompetisi ‘National Folklore Festival ‘ yang dihelat di Universitas Indonesia (8-11/03/2018) lalu.

Floletta dengan 17 anggota yang dikomandani Eca Agrista Bella (THP/2015) ini berhasil meraih juara pertama tari traditional kategori B berkat harmoni dan koreografi rancaknya saat membawakan tari Kembang Pegon dari Surabaya, Jawa Timur dengan penata tari Titia Muflihah (THP/2014). Tari Kembang Pegon ciptaan Epsi Poerwadi, SPd. bersama Dimas Pramuka Admaji merupakan tari baru yang diilhami Manten Pegon atau Pengantin Surabaya Pegon yang merupakan satu-satunya gaya pengantin tradisional Surabaya. Manten Surabaya Pegon menyiratkan akulturasi budaya Islam, Cina dan Barat pada bentuk busana, tata rias dan tata rambut serta rangkaian prosesi perkawinannya. Adanya akulturasi itulah yang membuat Manten Pegon Surabaya sangat berbeda dengan Pengantin Jawa lainya.

Eca Agrista Bella (THP/2015) selaku ketua tim menuturkan bahwa ini merupakan kedua kalinya Floletta FTP UB berhasil meraih juara National Folklore Festival. “Alhamdulillah tiga kali keikutsertaan kami pada festifal tersebut kami berhasil membawa pulang dua piala. Yang pertama di tahun 2014 kami berhasil meraih juara pertama ketika membawakan tari Jejer Jaran Dawuk dari Banyuwangi dan yang kedua di tahun 2018 ini. Kami benar benar bersyukur dan berterima kasih atas dukungan pihak fakultas, orang tua dan tentunya teman teman semua yang sangat semangat mempersiapkan tari Kembang Pegon dalam waktu yang relatif singkat karena kami hanya berlatih selama tiga bulan, itupun disela kegiatan praktikum dan perkuliahan yang padat. Alhamdulillah sekali lagi terimaksih untuk semuanya,” paparnya.

National Folklore Festival merupakan even budaya tahunan perhelatan Universitas Indonesia. Mengusung tema “Sanskardhani”, yang dalam bahasa Sanskrit berarti “hidup dalam budaya”, National Folklore Festival 2018 tersebut berupaya meningkatkan kesadaran pemuda untuk selalu menjaga budaya bangsanya lewat kompetisi paduan suara dan tarian daerah. Dengan total peserta hampir mencapai angka 60 tim pada semua kategori dari berbagai wilayah di Indonesia, National Folklore Festival yang dimulai sejak tahun 2005 ini dapat menjadi wadah bagi para pemuda dalam melestarikan budaya bangsa Indonesia. (dse)