Ditulis pada tanggal 12 Oktober 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan kuliah tamu bertema “Ayurweda dan Biotechnological Application” Rabu (11/10/2017) di Aula FTP lantai II. Menghadirkan Prof. Uma Mageshwari dan Dr. Kalaiselvi Senthil dari Avinashilingam University for Women – Tamil Nadu , India, kuliah tamu yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini tampak dipadati sekitar 300 mahasiswa berbagai jurusan di FTP.

Di sesi pertama, Prof. Uma Mageshwari menjelaskan tentang Ayurveda: The Indian Philosophy in Functional and Medicinal Foods.  “Ayurweda merupakan salah satu filsafat India dalam bidang kesehatan yang telah ada sejak lebih dari lima ribu tahun yang lalu. Ayurveda adalah ilmu pengobatan yang sangat lengkap bahkan termasuk teknik operasi dan pembedahan, terapi warna dan aroma, serta ilmu gizi dan gaya hidup sehat. Dalam Ayurveda kita juga akan menemukan bahasan yang lengkap prihal asal-usul penyakit dan teknik penyembuhannya. Tetapi yang perlu diingat bahwa inti ajaran ayurveda adalah mencapai kesehatan melalui keseimbangan dan harmoni, bukan dengan melawan penyakit.  Dalam ajaran ini; mind body and soul adalah satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain, selain itu apa yang kita makan juga merupakan refleksi dari apa yang kita rasakan. Bagi Ayurweda, suatu pola makan tidak dapat disebut sehat jika tidak mengikuti prinsip prinsip fungsi sistem pencernaan seperti keseimbangan asam basa tubuh, cara kerja dan siklus alami sistem pencernaan. ” paparnya.

Sementara sesi kedua yang merupakan pemaparan materi berjudul Biotechnological Application for Production of Secondary Metabolites in Medicinal Plants dijelaskan oleh Dr. Kalaiselvi Senthil. Pakar Bioteknologi alumnus program doktoral Konkuk University – South Korea ini menjelaskan bahwa tanaman obat merupakan hal yang sangat penting. Metabolisme sekunder berfungsi melindungi tanaman dari gangguan hama dan penyakit, baik yang berasal dari dalam tanaman itu sendiri ataupun lingkungan disekitarnya sehingga sangat penting dalam mempertahankan kehidupan tanaman. Selain itu metabolit sekunder juga sudah digunakan dalam industry seperti pada farmasi, wangi-wangian, aditif makanan, pemanis, pewarna, dan antimikroba. Pemanfaatan teknologi bioteknologi di rasa sangat membantu untuk memperoleh metabolit sekunder pada tanaman. Produksi metabolit sekunder dapat dilakukan secara in vitro dalam skala besar atau melalui rekayasa genetika dan transformasi genetik. Peran mikroba yang dapat memproduksi metabolit sekunder berupa antibiotik dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan teknik fermentasi yang sangat potensial untuk terus dikembangkan guna memperoleh metabolit sekunder yang dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit,” pungkasnya. (dse)