Ditulis pada tanggal 18 September 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya melaksanakan kuliah tamu bertema “Functional Food and Nutrigenomics” di Aula FTP lantai II, Rabu (13/09/2017). Menghadirkan Albert Linton Charles, Ph.D. dari Departement Tropical Agriculture and International Cooperation – National Pingtung University of Science and Technology – Taiwan, kuliah tamu yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dipadati sekitar 100 mahasiswa sarjana dan pasca sarjana jurusan Teknologi Hasil Pertanian FTP.

Dalam paparannya, Dr. Albert menjelaskan,” Sejatinya terdapat beberapa kata kunci yang harus dipahami untuk dapat menyelami nutrigenomik. Kata kunci tersebut diantaranya adalah chemoprevention, designer food, functional food, nutraceutical, pharmafood maupun phytochemicals. Pangan fungsional adalah produk olahan atau bahan makanan yang dapat memberikan manfaat kesehatan lebih dari kandungan nutrisi aslinya. Chemoprevention adalah penggunaan satu atau beberapa senyawa kimia untuk mencegah menghentikan atau mengurangi perkembangan kanker. Designer food adalah produk pangan olahan yang dirancang dengan dilengkapi bahan makanan alami yang kaya akan nutrisi  pencegah penyakit. Nutraceutical serupakan istilah bagi senyawa kimia khusus dalam baha pangan termasuk diantaranya vitamin dan aditif yang dapat membantu mencegah penyakit.  Pharmafood adalah bahan pangan yang juga mempunyai fungsi pengobatan dan pencegahan penyakit. Sementara  phytochemicals merupakan kandungan nutrisi dalam buah dan sayuran yang berfungsi untuk melawan radikal bebas dalam tubuh manusia,” paparnya.

Lebih lanjut Dr. Albert juga menjelaskanbahwa nutrigenomik merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara faktor genetik dengan nutrisi yang memiliki komposisi spesifik dengan kemampuan menginduksi ekspresi gen dalam tubuh. “Beberapa prinsip dasar yang harus dipahami dalam nutrigenomik diantaranya adalah kebutuhan genetik masing masing individu dan kebutuhan nutrisinya; komponen diet (molekul bioaktif) yang mengendalikan fungsi gen serta gaya hidup dan nutrisi. Dengan mengetahui hubungan molekuler antara stimulasi nutrisi dan respon gen akan dapat dipahami bagaimana nutrisi mempengaruhi jalur metabolisme hingga sejauh mana kepekaan genotipe (keadaan genetik-red) berkontribusi terhadap suatu penyakit pada individu. (dse)