Ditulis pada tanggal 10 Juli 2018, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Jarang sekali pengolahan limbah makanan supaya dapat diolah kembali. Banyaknya masalah karena peningkatan sampah makanan belum diimbangi dengan sarana dan prasarana. Salah satu alternatif yang digunakan adalah mengolah sampah sisa makan tersebut, salah satu pemanfaatan yang digunakan adalah metode vermicomposting.

Metode vermicomposting adalah proses pengomposan sampah dengan memanfaatkan cacing Lumbricus rubellus sebagai agen pengomposan. Sampah yang digunakan adalah sisa makanan yang tergolong sebagai sampah organik yang mudah diurai. Cacing tersebut dapat dimanfaatan dalam bidang farmasi, kosmetik dan sebagai pakan ikan. Metode ini tidak hanya berperan sebagai pengolah limbah otomatis dan menolong mengurangi permasalahan lingkungan dari proses pembakaran ataupun bentuk pengolahan lainnya, akan tetapi juga menghasilkan pupuk yang baik (vermicompost).

Panti asuhan merupakan lembaga usaha kesejahteraan sosial yang memberikan bantuan pelayanan sosial kepada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar agar dapat mengembangkan potensi diri. Kebutuhan yang relatif besar khususnya Panti Asuhan Putri Aisyiyah kota Malang dimana dalam usaha cathering juga menghasilkan sampah makanan yang banyak memerlukan adanya program keberlanjutan.

Melihat permasalahan tersebut, lima mahasiswa Teknik Lingkungan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yaitu Miranda Hetu M (TL 2016), Fatimah Nurul M J (TL 2016), Adam Taufan F (TL 2016), Muhammad Taufiq F K (TL 2017), Denny Kusuma P (TL 2017) melalui Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat berupaya menerapkan program Venus (Vermicomposting for Sustainable Entrepreneurship) pengelolaan limbah makanan sebagai program pemberdayaan di panti Asuhan Putri Aisyiyah kota Malang.

Mengolah sampah sisa makanan dengan media cacing merupakan metode yang mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja untuk mengubah sesuatu yang sudah tidak bernilai seperti sampah makanan menjadi pakan bagi budidaya cacing. Sehingga kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi sampah makanan ke lingkungan, menambah wawasan masyarakat, serta memberikan peluang untuk meningkatkan produktivitas dari anggota panti asuhan dengan menambahkan dan menumbukan kemandirian yaitu penerapan budidaya cacing yang meningkatkan nilai ekonomi.