Ditulis pada tanggal 9 Pebruari 2018, oleh Dyah Sushanty, pada kategori Kegiatan, News

Sejumlah mahasiswa Universiti Putra Malaysia belajar membuat aneka pangan lokal fungsional di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), Jumat (09/02/2018). Dibimbing chef Hendro dari Food Production and Training Centre (FPTC) FTP, kesembilas mahasiswa Faculty of Engineering Universiti Putra Malaysia ini belajar membuat cake pisang, roti labu dan mie cincau.

Chef Hendro dalam paparannya menjelaskan bahwa pisang, labu dan cincau sengaja dipilih untuk mengenalkan komoditas lokal Malang sekaligus manfaatnya bagi kesehatan dan kemudahannya dalam pengolahan. “FPTC sengaja memilih pisang karena relatif mudah ditemui jadi mungkin tidak terlalu asing rasanya dengan lidah mereka. Namun jika biasanya pisang hanya disantap begitu saja, kali ini kami sajikan dalam bentuk cake sehingga lebih menarik selera. Selain itu pisang juga merupakan pangan fungsional karena selain mampu menormalkan fungsi jantung dan menjaga kesehatan mata, kandungan potasium pisang juga baik untuk peredaran darah. Selain itu pisang juga mampu membantu pencernaan pada usus karena kandungan seratnya yang sangat baik untuk mengurangi resiko sembelit. Adapun labu telah terkenal sejak dahulu kala akan manfaatnya bagi kecantikan dan kesehatan. Beberapa manfaat labu diantaranya adalah untuk melawan radikal bebas, anti inflamasi, membantu sistem imunitas, menenangkan syaraf dan mengatasi sembelit. Alhamdulillah mereka para mahasiswa Malaysia merasa senang karena mereka tidak menyangka cake dan roti dapat dibuat dari bahan fungsional seperti ini.¬† Terutama pada saat pembuatan mie cincau mereka cukup kaget karena ada diantara mereka yang baru melihat cincau. Padahal cincau merupakan salah satu bahan pangan yang sangat bermanfaat dan enak rasanya. Cincau juga fleksible untuk diolah seperti halnya pisang dan labu. Beberapa manfaat cincau diantaranya adalah sebagai anti oksidan, antibiotik, mengobati demam dan mengatasi diabetes melitus, ” paparnya.

Lamin Manjang, salah satu mahasiswa UPM asal Gambia menuturkan,”Saya terkesan dengan program ini. Kami bisa praktek langsung dengan gembira. Selain itu kami juga jadi lebih mengenal cita rasa Indonesia yang ternyata enak. Saya baru kali ini melihat dan merasakan cincau. Di negara saya juga ada mie tapi tidak terbuat dari cincau. Disini kami jadi belajar kandungan aneka bahan pangan sekaligus memasak dan memakannya langsung. Its really fun,” katanya seraya tertawa.

Tak hanya mengikuti pelatihan pembuatan aneka pangan fungsional, kesembilas mahasiswa  Universiti Putra Malaysia ini juga belajar melukis keramik di Sentra Industri Keramik Dinoyo. Di UKM Keramik Malang milik bapak Syamsul Arifin yang beralamat di Jln. MT Haryono Malang, para mahasiswa asing belajar tentang sejarah singkat hingga aneka motif lukisan keramik Malang. Tak hanya belajar teori, para mahasiswa UPM tersebut juga berkesempatan melukis langsung dan membawa pulang hasil keramik yang telah dilukisnya. (dse)