LKM English for Specific Purposes (ESP) bekerja sama dengan Unit Layanan Bahasa Inggris (ULBI)  Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya mengadakan talkshow “Master Scholarship Sharing Session”, Sabtu (09/09/2017) di Aula FTP lantai II.  Menghadirkan narasumber Yustika Sari, S.S, M.A (Master Fulbright Awardee), Sigit Adinugroho, S.Kom, M.Sc (LPDP-Master Awardee), talkshow yang dimulai pukul 08.00 WIB ini tampak dipadati sekitar 100 mahasiswa dari berbagai fakultas se-Universitas Brawijaya.

Dalam paparannya, selain menjelaskan tips lolos beasiswa Fulbright dari Amerika Serikat, Yustika Sari, S.S, M.A juga menjelaskan cara membuat essay yang baik. “Selain memenuhi semua persyaratan, yang juga harus dipersiapkan sebaik baiknya adalah essay yang kita ajukan. Usahakan essay tersebut ditulis dengan kalimat yang baik dan jelas. Paparkan target serta alasanmu memilih bidang studi maupun universitas tujuan. Sertakan juga alasan mengapa adik adik layak diterima sebagai penerima beasiswa ini. Tuliskan dengan runtut. Jadi paragraf per paragraf harus disusun sesuai urutan yang seharusnya. Tapi jangan lupa untuk menulisnya dengan menarik.” paparnya.

Sementara itu Sigit Adinugroho, S.Kom, M.Sc. menjelaskan beberapa kiat sukses beasiswa LPDP,”Mulai sekarang ayo tingkatkan kemampuan TOEFL dan IELTS. Lalu siapkan pula sertifikasi bahasa dan LoA. Penuhi semua persyaratan administratif dan jangan grogi pada saat wawancara. Bulatkan tekad dan yakinlah. Alhamdulillah saya bisa sampai ke Swedia karena kebulatan tekad dan semangat belajar yang kuat. Enaknya kuliah disana, semuanya telah computerized dan terhubung dalam sistem yang baik.  Banyak universitas juga telah bekerja sama dengan industri setempat. Ini sangat berguna sekali bagi penelitian atau pada saat proses magang. Jadi mahasiswa tidak perlu repot mencari tempat magang atau mengambil data penelitian. Selain menghemat waktu, datanya juga lebih real dan research yang kita lakukan dapat langsung diuji coba atau diaplikasikan. Jadi ayo bulatkan tekad, jangan ragu kuliah di Eropa,” demikian pungkas alumnus Upsala University Swedia ini diakhir sesi sharing. (dse)

 

agencywordpress themes