Ditulis pada tanggal 30 November 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Satu lagi guru besar lahir di jurusan Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Dr.Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS. guru besar bidang Ilmu Teknik Tanah dan Air Fakultas Teknologi Pertanian yang dikukuhkan sebagai guru besar pada Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya, Rabu (29/11/2017) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Potensi Kesesuaian Lahan untuk Pertmbuhan Tanaman Kedelai”, alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya tahun 1979 ini mengungkapkan bahwa kebutuhan kedelai setiap tahun tidak sesuai dengan jumlah produksi sehingga harus melakukan impor.

Data Kementerian Pertanian pada 2016 menunjukkan kebutuhan kedelai Indonesia sebesar 2.7 ton pertahun sementara kapasitas produksi dalam negeri sebanyak 885.000 ton sehingga membutuhkan impor 1.8 juta ton.  Dalam pidatonya Prof. Ruslan menjelaskan bahwa salah satu solusinya adalah dengan pemanfaatan lahan yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman kedelai.

Penelitian Prof. Ruslan memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan kesesuaian lahan sebagai berikut : (1) geomorfologi/geologi, (2) relief, (3) lereng, (4) sistem lahan, (5) tanah, (6) kapasitas tukar kation dan kejenuhan basa.  Selain itu parameter yang juga perlu dicermati adalah temperatur, curah hujan, kelembapan udara, penyinaran matahari, kecepatan angin serta perubahan iklim.

“Dengan memperhatikan berbagai faktor diatas, kita dapat memetakan lahan lahan yang sesuai dengan pertumbuhan kedelai. Dengan demikian kita dapat menggabungkan lahan milik petani untuk memperoleh luasan lahan yang berpotensi dengan pengelolaan bersama sehingga budidaya kedelai akan lebih efisien karena mampu menekan tenaga dan biaya. Penggabungan lahan petani tersebut harus difasilitasi oleh pemerintah dan menjamin hak hak petani yang lebih baik,” paparnya dihadapan sekitar 400 undangan yang hadir.

Prof. Dr.Ir. Ruslan Wirosoedarmo, MS. yang telah mempublikasikan penelitian penelitiannya di berbagai jurnal nasional dan internasional  ini merupakan guru besar ke-235 di universitas Brawijaya dan ke-9 pada Fakultas Teknologi Pertanian serta ke-3 pada Jurusan Keteknikan Pertanian. Sebelumnya alumnus program Magister Institut Pertanian Bogor dan Doktoral Universitas Brawijaya ini pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Keteknikan Pertanian periode 2004 Р2008 dan 2009 Р2013. (dse)