SEJARAH FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN

Pengalaman penyelenggaraan pendidikan batang ilmu Teknologi Pertanian sudah lebih dari 20 tahun, dan baru tanggal 26 Januari 1998 Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) berdiri dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI) Nomor : 012a/O/1998. Selama kurun waktu 22 tahun, mulai 1975 sampai 1997, batang ilmu Teknologi Pertanian (TP) sudah diselenggarakan oleh  Jurusan TP  sewaktu masih di bawah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP-UB).

Perjalanan hingga berdirinya FTP-UB cukup panjang. Pada tahun 1975 di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya dibuka departemen/jurusan baru dengan nama Departemen Teknologi Hasil Pertanian (THP). Pendirian Departemen baru ini dimaksudkan untuk mengembangkan disiplin ilmu yang berkaitan dengan penanganan pasca panen hasil-hasil pertanian. Berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor: 0211/U/1982, sejak tahun 1982 secara resmi lembaga ini ditetapkan sebagai salah satu jurusan dibawah FP-UB, membawahi program studi (PS) THP dan minat studi (MS) Mekanisasi Pertanian. Pada tahun 1984, berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Dirjen Dikti Depdikbud RI) Nomor: 118/DIKTI/Lap/84, nama jurusan THP diubah menjadi Jurusan TP yang mengelola dua PS, yaitu PS THP dan PS Mekanisasi Pertanian (MP). Pada tahun 1994 keluar SK Mendikbud RI Nomor: 0411/U/1994 yang mengubah nama PS MP menjadi PS. Teknik Pertanian (TEP).   SK Mendikbud RI Nomor: 0411/U/1994 mengubah nama PS MP menjadi Teknik Pertanian dan diubah lagi menjadi PS Keteknikan Pertanian (TEP) pada tanggal 28 Desember 2009 sesuai SK nomor  419/SK/2009 dan PS THP diubah menjadi PS Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) dengan SK Dirjen Dikti No 865/EI.3/HK/2011.

Dalam usaha memacu pengembangan sektor pertanian, terutama  industri pertanian, maka Jurusan Teknologi Pertanian membuka satu minat studi yang baru, yaitu MS Teknologi Industri Pertanian (TIP) pada tahun 1983. Sejak 1984, Jurusan Teknologi Pertanian mempunyai tiga PS: THP, TEP dan TIP yang diikutkan dalam UMPTN, walaupun  penetapan sebagai PS TIP baru terjadi pada  tanggal 1 April 1998 dengan terbitnya SK Dirjen Dikti Depdikbud  Nomor: 103/DIKTI/Kep/1998.

Di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian terdapat 2 PS yaitu PS Ilmu dan Teknologi Pangan serta PS Bioteknologi Industri.  PS Ilmu dan Teknologi Pangan membawahi Minat Studi Teknologi Pangan dan Nutrisi Pangan.  Jurusan Keteknikan Pertanian menaungi 3 PS yaitu PS Keteknikan Pertanian, PS Teknik Bioproses, dan  PS Sumberdaya Alam dan Lingkungan.  Jurusan Teknologi Industri Pertanian terdiri dari satu PS yaitu PS Teknologi Industri Pertanian yang menaungi 3 minat studi yaitu Minat Studi Teknologi Industri Pertanian, Bisnis Pangan, dan Agroindustri Perkebunan dan Kehutanan.

Pada perkembangannya, FTP memiliki 2 Program Magister, yaitu S-2 Teknologi Hasil Pertanian di Jurusan Teknologi Hasil Pertanian dengan SK No. 169/DIKTI/KEP/1999 dengan ijin perpanjangan sesuai SK No. 2375/D/T/K-N/2010 tertanggal 2 Juni 2010 dan S-2 Teknologi Industri Pertanian di Jurusan Teknologi Industri Pertanian dengan SK No. 1504/D/T/2007 tertanggal 22 Juni 2007 dengan ijin perpanjangan sesuai SK No. 4854/D/T/K-N/2010 tertanggal 16 Desember 2011. Dalam pengembangan jenjang pendidikan Doktoral, pembukaan program doktor PS Teknologi Industri Pertanian masih dalam proses pengajuan sesuai dengan SK No. 234/SK/2010 tertanggal 6 agustus 2010. Sementara ini telah ada program Doktoral dalam bentuk Minat Studi Teknologi Hasil Pertanian serta Minat Studi Teknologi Industri Pertanian, kedua minat studi tersebut pengelolaanya berada di bawah Program Doktor Ilmu-ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Dalam rangka pengembangan keilmuan pada masing-masing program studi maka sejak FTP UB berdiri, mulai dikembangkan ke arah pembentukan sejumlah laboratorium, yaitu  Laboratorium Mutu Produksi Hasil Pertanian, Pengolahan Hasil Pertanian, Biokimia dan Nutrisi Hasil Pertanian, Teknik Proses Hasil Pertanian, Daya dan Mesin Pertanian, Teknik Tanah dan Air, Rekayasa Proses dan Sistem Produksi, Bioindustri dan Pengelolaan Limbah serta Laboratorium Manajemen dan Sistem Industri.

Seiring dengan perkembangan jurusan dan program studi, bidang keilmuan laboratorium mengalami penyesuaian.  Berdasarkan SK Rektor No. 261/SK/2009 di bawah Jurusan Teknologi Hasil Pertanian terdapat Laboratorium Pengolahan dan Rekayasa Proses Pangan dan Hasil Pertanian, Laboratorium Kimia dan Biokimia Pangan dan Hasil Pertanian, Laboratorium Mikrobiologi Pangan dan Hasil Pertanian, dan Laboratorium Nutrisi Pangan dan Hasil Pertanian.  Di bawah Jurusan Keteknikan Pertanian terdapat Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, Laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, Laboratorium Sumberdaya Alam dan Lingkungan, dan Laboratorium Mekatronik Alat dan Mesin Agroindustri.  Jurusan Teknologi Industri Pertanian menaungi Laboratorium Teknologi Agrokimia, Laboratorium Bioindustri, Laboratorium Komputasi dan Analisis Sistem, dan Laboratorium Manajemen Agroindustri.

Dalam hal penyelenggaraan kelembagaan serta pengelolaan jurusan, PS, dan Laboratorium yang ada,  baik semasa masih berupa jurusan di bawah FP-UB maupun setelah menjadi fakultas yang berdiri sendiri, FTP UB telah mengikuti statuta Universitas Brawijaya sesuai Surat Keputusan Mendikbud RI Nomor: 0444/O/1992.

Sampai dengan bulan Agustus 2011 telah dihasilkan Sarjana sebanyak 3190 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah dan kualitas lulusan yang dihasilkan serta memperkuat perannya dalam pengembangan sektor pertanian, terutama agroindustri, maka FTP-UB selalu berusaha meningkatkan kuantitas dan kualitas dosen yang dimilikinya.  Pada tahun 2011, FTP-UB memiliki 87 orang dosen yang terdiri dari 76 dosen PNS dan 11 orang dosen tetap non PNS.  Staf dosen FTP UB terdiri dari 6 orang Guru Besar, 25 orang dosen bergelar Doktor (S-3), 60 orang dosen bergelar Master (S-2), dan 2 orang bergelar Sarjana (S-1). Sampai akhir bulan Nopember 2011 tercatat 24 staf pengajar sedang menempuh program S-3 dan 2 staf menempuh S-2, baik di dalam maupun luar negeri.

Sampai Nopember 2011, tenaga penunjang non kependidikan di FTP UB berjumlah 44 PNS dan 36 non PNS.  Dari 80 tenaga non kependidikan tersebut, 3 orang berpendidikan S2, 23 orang berpendidikan S1, 14 orang berpendidikan D3, 28 orang berpendidikan SMA, 6 orang berpendidikan SMP, dan 6 orang berpendidikan SD.