Berdasarakan data Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya tahun 2014, udang merupakan salah satu komoditi ekspor unggulan Indonesia. Namun sayangnya hal itu tidak diimbangi kapasitas produksi yang memadai disebabkan kualitas air tambak yang kurang optimal sehingga mengakibatkan adanya penurunan tingkat keberhasilan hidup (survival rate) dan pertumbuhan (growth rate) udang. Hal ini mendorong Yuliani Widiastutik (TEP 2014) mahasiswa bimbingan Dr.Ir. Gunomo Djoyowasito, MS., bersama keempat rekannya; Ahmad Abdul Muklis (TEP 2014), Dewi Ermawati (THP 2015), Af’idatul Lutfita Shofiatur Rizka (2015), dan Satrio Pandunusawan (TIP 2014) menginovasikan aerator tambak udang berbasis spiral pump tanpa menggunakan listrik untuk mengatasi rendahnya kualitas air tambak udang.

Yuliani menuturkan, “Selama ini, petani udang Indonesia umumnya menggunakan aerator listrik untuk memperbaiki kualitas air tambak. Namun, mereka harus mengeluarkan biaya untuk mendapatkan listrik tersebut. Selain itu, aerator itu juga membutuhkan komsumsi listrik yang cukup besar. Nah berbekal ilmu yang dapatkan dari Fakultas Teknologi Pertanian, kami mencoba merancang suatu aerator yang ramah lingkungan dan tanpa menggunakan bahan bakar untuk mengatasi permasalahan para petani udang. Alat rancangan kami ini adalah S’PIPE atau Shrimp’s Spiral Pump Aerator yang bekerja dengan memanfaatkan tenaga angin di daerah tambak. Bahan yang diperlukan pun relatif mudah ditemui dengan prinsip kerja sederhana. Kami hanya menggunakan baling baling bertenaga angin sehingga tidak membutuhkan listrik ataupun bahan bakar lainnya. Selain itu keunggulan alat kami ini adalah juga adanya nozzle diujung bilah baling baling sehingga memiliki aerator ganda. Dengan demikian S’PIPE akan mampu menangkap  udara lebih banyak dibanding aerator konvensional. Dengan kadar oksigen yang lebih banyak inilah S’PIPE mampu meningkatkan kadar kualitas air tambak udang,” jelasnya.

Saat ini SPIPE telah diuji coba di Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari dengan mengukur debit air mengalir serta kandungan peningkatan kadar oksigen terlarut (DO) pada air. Tim berharap kedepan S’PIPE dapat membantu para petani udang untuk meningkatkan produktivitasnya tanpa mengeluarkan biaya mahal bagi penggunaan listrik sehingga mampu meningkatkan ekspor udang Indonesia. (dse)

agencywordpress themes