Ditulis pada tanggal 28 November 2017, oleh Dyah Sushanty, pada kategori News

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya dikunjungi tim assesor Badan Akreditasi Nasional -Perguruan Tinggi (BAN-PT) selama dua hari berturut turut, Selasa – Rabu (28-29/11/2017) dalam rangka visitasi akreditasi Program Studi S1 Teknik Pertanian (PS S1 TEP).  Tim asesor yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Mursalim dari Universitas Hasanuddin – Makassar dan Prof. Dr. Ir. Lilik Soetiarso, M.Eng dari Universitas Gadjah Mada – Yogyakarta diterima langsung oleh Dekan FTP, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono, M.App.Sc., jajaran dekanat, ketua Gugus Jaminan Mutu FTP, Rizky Lutfian Silalahi, STP., MSc., beserta Tim Task Force S1 TEP di Ruang Sidang FTP lantai 8. Visitasi ini merupakan rangkaian proses perpanjangan akreditasi PS S1 TEP yang sebelumnya telah terakreditasi A dengan Surat Keputusan 044/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013.

Kunjungan site selama dua hari ini dilakukan setelah tahap proof reading dokumen borang 3A (Program Studi) dan 3B (Fakultas) yang mengacu pada tujuh standar. Tujuh standar tersebut adalah (1) visi misi dan tujuan, (2) tata pamong, (3) mahasiswa dan lulusan, (4) Sumber Daya Manusia/SDM, (5) kurikulum dan suasana akademik, (6) pembiayaan dan sarana prasarana, (7) penelitian dan pengabdian masyarakat serta kerjasama. Selama proses visitasi, tim assesor melihat bukti fisik borang akreditasi dan proses penyediaan layanan jasa pendidikan yang tersedia. Agenda berikutnya adalah pertemuan dengan civitas S1 TEP yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan alumni. Saat sesi sharing dengan dosen, assesor BAN-PT mengatakan bahwa implementasi visi go-international sudah cukup baik. Ini dikarenakan adanya staff pendidik yang menjadi reviewer jurnal internasional dan kerjasama penelitian dengan institusi asing bereputasi sehingga membuktikan kualitas TEP sudah mendapat pengakuan dari kalangan akademisi internasional. Assesor juga menyarankan TEP untuk membuat target kenaikan jumlah kerjasama penelitian maupun staff dosen yang menjadi reviewer di jurnal internasional dalam beberapa tahun mendatang.

Selain itu tim assesor juga meninjau fasilitas di ruang kelas, laboratorium Teknologi Proses Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian, laboratorium Daya dan Mesin Pertanian, Food Production and Training Center (Bakery THP) dan laboratorium Pilot Plan FTP. (dse)