CRESPATECH, Mesin Telur Pintar ala Mahasiswa FTP

Sacef, Smart Controlled Fermenter
Juni 8, 2016
Solusi Kreatif Pengolah Limbah Batik ala Mahasiswa FTP
Juni 8, 2016

CRESPATECH, Mesin Telur Pintar ala Mahasiswa FTP

2138Telur ayam merupakan salah satu komoditas hasil ternak kaya protein yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama untuk dikonsumsi sebagai pangan. Telur ayam dapat dikonsumsi oleh masyarakat baik dengan cara merebus, menggoreng, atau bahkan mencampurnya dengan bahan pangan lain untuk dijadikan adonan kue, roti, dan lainnya. Jumlah penduduk yang semakin meningkat akan berpengaruh terhadap peningkatan permintaan telur, sehingga jumlah peternak ayam petelur akan semakin bertambah. Namun sayangnya, telur-telur yang dihasilkan tidak semuanya menghasilkan kualitas yang baik. Beberapa telur tersebut mempunyai kualitas yang kurang baik seperti adanya keretakan pada cangkang telur. Sehingga nilai jual dari telur-telur tersebut akan mengalami penurunan dan kemungkinan dapat terjadi kontaminasi bakteri Salmonella.

pasterurisasi telurMasalah tersebut juga dialami oleh UKM Galih Putra yang terletak di Desa Tlekung di kecamatan Junrejo, Kabupaten Batu. UKM ini merupakan UKM peternak ayam petelur dengan jumlah ayam sebanyak 15.000 ekor yang dalam sehari dapat menghasilkan telur sebanyak 650 kg. Produksi telur yang tinggi dari UKM Galih Putra ini menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya jumlah produksi yang berlebihan menyebabkan harga ekonomis dari telur tidak menentu dan juga ditemukannya telur retak sekitar 10% per harinya.  Oleh karena itu, dibutuhkan suatu penanganan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Solusi kreatif yang ditawarkan untuk meningkatkan  nilai  jual  telur  pada telur yang retak di UKM Galih Putra Desa Tlekung yakni dengan menggunakan CRESPATECH (Cracked Egg Separator and Pasteurisation Technology). CRESPATECH karya lima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian didesain khusus untuk mengawetkan telur segar melalui pemisahan kuning dan putih telur yang  kemudian  akan  dilanjutkan dengan proses pasteurisasi. Kelimanya adalah Maria Florencia Puspitasari Schonherr, Ani Masruroh, Rika Anisa Anggareni,Yunita Khilyatun Nisak dan Lazuardy Tembang Semaradana dibawah bimbingan Endrika Widyastuti, S.Pt. M.Sc.MP. CRESPATECH sendiri merupakan mesin berbahan stainless dua tabung yang dilengkapi dengan pemisah dan pengaduk. Maria sang ketua tim menuturkan, “Mesin ini juga dilengkapi dengan mixer untuk meratakan panas bahan. Pengadukan terkontrol ini juga dimaksudkan untuk mencegah telur menggumpal dan terdenaturasi. Berdasarkan uji laboratorium yang kami lakukan, telur produk Crespatech juga bebas salmonela jadi lebih ramah kesehatan.  Telur telur mentah hasil pasteurisasi kami ini nantinya akan dikemas cantik dalam kemasan anti bakteri. Harapannya selain memperpanjang umur simpan juga mampu menarik minat konsumen. ” tambahnya.

Dengan menggunakan prinsip  pasteurisasi,  masa simpan telur akan diperpanjang hanya 2 bulan. Bertambahnya umur simpan tersebut tentunya bisa mengurangi angka kerugian yang akan berdampak pada nilai ekonomis yang dimiliki telur tersebut sehingga nilai ekonomis dari telur retak akan meningkat mengakibatkan UKM Galih Putra dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar. Dengan adanya penerapan teknologi mesin pasteurisasi ini diharapkan dapat memperpanjang umur simpan telur sehingga dapat mengurangi angka kerugian yang akan berdampak pada nilai ekonomis yang dimiliki telur tersebut. Dengan begitu, keuntungan lebih akan dapat diperoleh oleh UKM Galih Putra. pasteurisasi telur tim


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian