Lagi, FTP Raih Prestasi di IFT Competition USA

Kiprah Darmawanita Persatuan FTP
Juli 13, 2012
Lagi, FTP Juara Kompetisi Pangan Dunia IFT USA
Juli 14, 2012

Lagi, FTP Raih Prestasi di IFT Competition USA

Lagi-lagi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya namanya kembali bergema di ajang Institute of Food Technologists (IFT) 2012, sebuah kompetisi pangan tingkat dunia diselenggarakan di Convention Hall, Las Vegas, Amerika Serikat (27/6) kemarin.

Setelah dua tahun berturut-turut , Tim FTP-UB kembali berhasil menyabet Juara III pada kompetisi internasional bertajuk “Developing Solutions for Developing Countries” tersebut. Jeli melihat potensi lokal dan mengkombinasikan keilmuan serta teknologi, tim berhasil mengkreasi produk inovasi yang solutif bagi masalah malnutrition atau kerawanan pangan khususnya di Kenya, Afrika. Presentasi mengenai inovasi produk unik kreasi Annisa Nur Miladiyah (THP’08), Muhammad Nur Sigit (THP’10) dan Halimatus Sa’diyah (TEP’10) telah berhasil meyakinkan dewan juri mendaulat sebagai juara III.

Setelah bersaing dengan 29 proposal internasional yang dikirim delegasi dari berbagai negara di penjuru dunia, akhirnya tersaring 3 finalis internasional. Finalis internasional meliputi tim dari Universitas Brawijaya di urutan ke tiga, tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menduduki posisi juara kedua dan tim dari Program Magister Universitas Putra Malaysia sebagai pemenang pertama

Pada Kompetisi IFT 2012 yang bertema mengatasi kekurangan gizi untuk Kenya, Afrika, mereka mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Stiff Oorid Mango an Instan Nutrient Rich Ugalu (Fighting Malnutrition for Children in Kenya based on mango, corn flour and cowpea)“. Yakni produk instan dari makanan pokok khas Kenya bernama Ugali, sejenis bubur beku dibuat dari bahan baku komoditas pangan lokal. Antara lain jagung sebagai sumber karbohidrat, mangga sumber vitamin A dan C serta serat yang dibutuhkan tubuh. Selain itu digunakan cowpea atau kacang tunggak yang banyak tersedia di Kenya sebagai sumber protein.

Dalam menyelesaikan penelitannya mereka dibimbing oleh Aji Sutrisno, PhD. sebagai pembimbing I dan Agustin Krisna Wardhani, PhD sebagai pembimbing II. Menurut penuturan Sigit, meski pada saat itu pembimbing I tengah berada di Korea, namun tak menghambat proses pembimbingan. Pembimbingan terus berlanjut dengan menggunakan media telekomunikasi digital seperti email, Facebook, chatting dan tele net meeting menggunakan Skype. Sehingga, jarak, ruang dan waktu tak lagi menjadi hambatan. [elr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian