ABIOFILT, TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SUNGAI BADEG KOTA MALANG

Mahasiswa FTP Teliti Sifat Dielektrik Zat Aditif Bahan Pangan
Mei 29, 2015
Mahasiswa FTP UB Sulap Limbah Kulit Pisang jadi Pektin pada Industry So Kressh Malang
Juni 1, 2015

ABIOFILT, TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SUNGAI BADEG KOTA MALANG

abiolitSalah satu masalah yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang yaitu Sungai badeg yang melintasi pemukiman mereka telah tercemar oleh adanya limbah cair industri dari pabrik penyamakan kulit yang limbahnya mengandung senyawa Kromium (Cr). Selain itu kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan menyebabkan masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah domestik ke aliran Sungai Badeg. Pencemaran di Kali Badeg yang sudah 34 tahun terjadi ini menyebabkan air tanah di daerah Kelurahan Ciptomulyo menjadi tercemar oleh logam berat sehingga air sumur di daerah tersebut warnanya kekuning-kuningan. Air tesebut tidak layak dikonsumsi karena standar baku air minum adalah air yang tidak berasa, berbau, dan berwarna.

Hal inilah yang melatarbelakangi empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian untuk melakukan pengabdian masyarakat kepada warga di sekitar Sungai Badeg, Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. Mereka adalah Ulfa Musia Fadilah (TEP 2012), Etty Yhulliarsih (TEP 2012), Harit Ratu M.A (TEP 2012), dan Ranto Kurniawan (TEP 2013) dibawah bimbingan Bapak Fajri Anugroho, STP, M.Agr, Ph.D yang merancang alat pengolah limbah cair sederhana bernama “ABIOFILT” melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M).

Pengabdian dilaksanakan di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang untuk memberikan edukasi pada warga sekitar Sungai Badeg agar tidak membuang sampah sembarangan ke saluran kali yang terbuka karena dapat menimbulkan penyumbatan aliran sehingga menyebabkan banjir pada musim hujan dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Pemasangan teknologi sederhana ABIOFILT yang terdiri dari proses aeration, biological process, and filtration ini guna menghilangkan bau tidak sedap dan menjernihkan air yang berwarna keruh serta mengurangi kandungan logam pada air. Pemasangan di aliran yang terbuka juga diharapkan berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan sekitar agar dapat menikmati lingkungan yang nyaman, bersih, dan sehat serta terbebas dari pencemaran limbah domestik dan limbah cair industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian