“ACTION” REAKTOR PINTAR UNTUK PRETREATMENT BIOETANOL

Mahasiswa FTP UB Eksplorasi Mikroalgae Laut sebagai Inovasi Pangan Sehat
Juni 1, 2016
Si-Gery, Si Pengering Pintar
Juni 2, 2016

“ACTION” REAKTOR PINTAR UNTUK PRETREATMENT BIOETANOL

actionLima Mahasiswa Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang mengembangkan penelitian tentang perancangan reaktor pretreatment bioetanol dengan teknologi Ohmic heating. Mereka adalah Chandra Ardin H.P (FTP – Keteknikan Pertanian 2012), Setiawan Djodi (FTP – Keteknikan Pertanian 2012), Amirul Luthfi Habibie (FTP – Keteknikan Pertanian 2012), Akmal Alam (FTP – Teknik Bioproses 2013), dan Sri Nofiyani (FTP – Teknik Bioproses 2014), dibawah bimbingan  Dewi Maya Maharani, STP. M.Sc. Alat yang tersebut bernama ACTION (Automatic Ohmic Heating Technology).

Pembuatan alat ini dilatar belakangi oleh krisis energi bahan bakar alternatif, seiring dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin banyak namun semakin menipis ketersediannya. Salah satu energi alternatif yang bisa dikembangkan yaitu bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang mengandung komponen pati atau lignoselulosa, seperti jerami padi. Pemanfaatan jerami padi sebagai bahan residu pertanian sampai saat ini masih kurang, dan kebanyakan hanya di bakar ataupun di gunakan untuk pakan hewan ternak. Siapa sangka dari bahan residu pertanian ini berpotensi besar untuk dikonversi menjadi bahan bakar bioetanol sebagai pengganti bahan bakar bensin. Namun untuk bisa dikonversi menjadi bioetanol, jerami padi harus melalui tahap pretreatment untuk mendegradasi ikatan lignin yang menghambat terhidrolisisnya kadar selulosa pada jerami padi tersebut. Kadar selulosa itulah yang nantinya akan bisa dikonversi menjadi bahan bakar alternatif bioetanol. Pada metode pemanasan yang terdahulu seperti Autoclave dan Microwave yang digunakan untuk pretreatment (degradasi lignin) masih sangat kurang eektif dan banyak memiliki kekurangan, Oleh karena itu diciptakanlah terobosan baru berupa inovasi perancangan reaktor teknologi ohmic heating untuk pretreatment bioetanol secara otomatis.

Pada reaktor telah yang diciptakan dengan teknologi ohmic heating ini mempunyai keunggulan jika dibandingkan dengan metode terdahulu, yaitu hanya membutuhkan waktu pemanasan yang singkat untuk mencapai suhu yang diinginkan dan menimbulkan panas pada bahan yang menyebabkan semakin mendegradasi ikatan lignin yang mengganggu proses ekstraksi selulosa. Selain itu pada reaktor juga dilengkapi dengan mesin pengecil ukuran bahan sampai menjadi bubuk (serbuk) dan beroprasi dengan sistem otomatis. Setelah dilakukan pengujian pada bahan hasil pretreatment menggunakan reaktor ACTION, terbukti bahwa kadar selulosa yang bisa diekstraksi naik hingga 8,88% dari kadar awal lalu kandungan lignin beserta hemiselulosa turun 1,39% dan 4,32%. Dari hasil tersebut, penggunaan metode ohmic heating pada pretreatment bioetanol sangat eektif dan berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut pada sector industri.

Reaktor ini diciptakan guna mengatasi permasalahan pada pretreatment bioetanol melaui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) yang diadakan oleh DIKTI pada tahun 2016. Menurut ketua tim perancangan alat, Chandra Ardin H.P. “Reaktor ACTION ini tidak hanya bisa dibuat untuk proses pretreatment bahan jerami padi saja, akan tetapi semua bahan bisa menggunakan reaktor ini. Selain itu daya listrik yang dibutuhkan juga hanya 220V, sehingga lebih hemat listrik dan ramah lingkungan.

action team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian