Ada ‘Noni Belanda” di FTP

Lokakarya Kurikulum Internal Jurusan TEP
Desember 20, 2013
Mahasiswa ITP Gelar Festival Makanan Never Ending Asia
Desember 24, 2013

Ada ‘Noni Belanda” di FTP

IMG_6201Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) minat studi Nutrisi Pangan, kelas D angkatan 2011, mengadakan kegiatan Buffet “CLASSICAL AUTUMN OF NETHERLAND”. Nuansa romatisme klasik dari negeri Belanda diusung ke lobby lantai 1 Gedung F Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Jumat (20/12) pagi.

Atmosfer negeri kincir angin  amat kental terasa melalui dekorasi ruangan, seragam pramusaji dan pakaian maskot penerima tamu. Tengok saja menu yang dihidangkan dalam buffet ini. Hidangan khas Belanda dan Eropa bertebaran dimeja stan makanan. Antara lain, salad buah saus Perancis sebagai menu pembuka, Stamppot Belanda dan Golubsty Irlandia untuk menu utama. Ada Palacinky dari Skolavia untuk hidangan penutupnya.  Juga kudapan asli Spanyol, Curros dan Totila de Pattata yang menggoyang lidah.

Sedangkan di stand minuman menyajikan menu Cinnamon Hot dari Swedia dan Rainbaow Coktail dari Perancis. Selama menikmati menu buffet, hadirin dihibur dengan lagu lagu berbahasa Belanda. Lengkaplah sudah rasanya atmosfir Netherland dihadirkan.

Kegiatan penuh kreativitas ini merupakan tugas besar sebagai pengganti Ujian Akhir Semester pada mata kuliah Sistem Manajemen Pelayanan Pangan yang diampu  Dr. Ir. Tri Dewanti W., M.Kes.,. Jaya Mahar Maligan, STP., MP dan Sudarma Dita Wijayanti, STP.M.Sc.

“Kegiatan ini ditujukan untuk seluruh civitas akademika FTP dan umum. Dengan konsep dari, oleh, dan untuk mahasiswa. Mahasiswa belajar secara riil untuk mengorganisir perencanan, pelaksanaaan, pengontrolan, pengolahan dan penyajian suatu bahan pangan,” ungkap Jaya.

Antusiasme tampak jelas sejak sebelum acara dimulai. Terbukti dari 150 kupon seharga Rp. 30.000,- (umum) atau Rp. 25.000,- (mahasiswa) dengan sistem “All You Can Eat” yang disediakan ludes terjual sejak 3 hari sebelum acara.

Menurut ketua panitia pelaksana, Roichatul Janna, (ITP 2011), dana kegiatan diperoleh dari swadaya mahasiswa sendiri. Perjuangan mahasiswa mencari dana patut diacungi jempol. Beragam cara dilakukan untuk mendulang rupiah, termasuk iuran wajib Rp.50.000,- per mahasiswa, membantu proyek penelitian dosen, berjualan kue selama sebulan di area kampus dan juga menjual barang bekas milik mahasiswa sendiri. [dse/elr]

 

_MG_6189      IMG_6180

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian