Alat Pemanfaatan Limbah Biomassa Sebagai Bahan Pembuatan Pulp Kertas untuk Mengurangi Fenomena Deforestasi di Indonesia Buatan Mahasiwa FTP

Pengumuman Calon Mahasiswa Pasca Sarjana Gelombang III
Juli 25, 2019
Kolaborasi Dosen TEP bersama Dosen FP Atasi Agroekosistem Lahan Salin Lamongan
Juli 29, 2019

Alat Pemanfaatan Limbah Biomassa Sebagai Bahan Pembuatan Pulp Kertas untuk Mengurangi Fenomena Deforestasi di Indonesia Buatan Mahasiwa FTP

Produktivitas industri pulp dan kertas cukup tinggi di Indonesia. Hal tersebut di pengaruhi dari kebutuhan kertas yang terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Tahun 2016 konsumsi kertas dunia mencapai 394 juta ton dan diperkirakan akan meningkat menjadi 490 juta ton pada tahun 2020.
Bahan baku utama dari produksi pulp kertas adalah kayu hutan, dan untuk memproduksi 1 rim kertas dibutuhkan 1 pohon berusia 5 tahun yang artinya untuk memenuhi kebutuhan kertas dunia, dibutuhkan 128 juta hektar hutan yang harus ditebang per tahunnya. Bisa dibayangkan dampak yang ditimbulkan menyebabkan banyak sekali kerugian, baik dari segi sosial maupun lingkungan. Hal tersebut adalah alasan terjadi nya fenomena deforestasi di Indonesia.

Mengenai hal tersebut, 2 mahasiwa Universitas Brawijaya yakni Sakinah Hilya (Bioteknologi 2017) dan Khodijah Adrebi (Bioteknologi 2017) menciptakani C-BOMS (Cellulose from Biomass Waste) yang merupakan alat terintegrasi dengan menggunakan teknologi physicochemical, terdiri dari 2 metode utama yakni pulsed electric field dan alkalisasi sebagai teknologi pengolahan efektif pemanfaatan limbah biomassa menjadi bahan pembuatan pulp kertas sebagai upaya pengurangan deforestasi karena kebutuhan kayu yang sangat tinggi.

Menurut Kemeterian Pertanian (2014) jumlah limbah biomassa khusunya dari sektor pertanian dan perkebunan yang tidak di dayagunakan mencapai 20 juta ton dalam setahun. Jumlah yang fantastis untuk dijadikan bahan yang kurang dimanfaatkan.

Melalui telaah sains dapat diketahui bahwa kandungan selulosa dari limbah biomassa memiliki persentase yang tidak kalah jika dibandingkan dengan kandungan dalam kayu. Selulosa inilah yang menjadi suatu indikasi penting dalam produksi pulp dan kertas. Oleh karena itu, limbah biomassa dengan C-BOMS memiliki potensi yang sangat tinggi dalam mengurangi kebutuhan kayu produksi pulp kertas di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian