ASPACK, Teknologi Pengemas Aseptis Karya FTP

ULTRA-SAFE Pertahankan Nutrisi Minuman Organik
Mei 17, 2015
Seminar Kolokium TEP FTP
Mei 19, 2015

ASPACK, Teknologi Pengemas Aseptis Karya FTP

aspak baruBanyaknya keluhan pelanggan akibat kerusakan produk dan penggunaan panas pada proses sterilisasi kemasan yang memungkinkan terjadinya migrasi monomer berbahaya bagi kesehatan melatari kelima mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya menginovasi teknologi pengemasan. Kelimanya, Aryanis Mutia (THP 2012), Feri Ardi (THP 2012), Deviana Hadriati (THP 2012), Hakim Alkausar (TEP 2011), dan Ahmad Yasir Huda (TEP 2011) dibawah bimbingan Dr. Teti Estiasih, STP., MP., menggagas suatu inovasi teknologi mesin pengemas aseptis dengan Kejut listrik dan lampu ultraviolet yang dapat diterapkan pada UKM sari buah atau sari rempah dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang teknologi (PKM-T).

JpegDipaparkan Aryanis Mutia bahwa alat pengemas bernama ASPACK (Automatic of Aseptic Packaging) ini memiliki kemampuan untuk meminimalisasi penggunaan bahan pengawet tambahan hingga mampu memperpanjang umur simpan produk. Penggunaan sistem kejut listrik ini selain mampu mencegah migrasi monomer dari kemasan ke produk, juga mampu membunuh mikroba hingga dapat menjaga rasa, warna dan kualitas produk karena hanya menggunakan satu kali pemanasan. Perpindahan monomer ini dapat dicegah karena sterilisasi yang dilakukan hanya pada produk bukan pada kemasan. Jadi juga mampu mereduksi biaya produksi sekaligus menaikkan kapasitas produksi. “Umumnya UKM langsung mensterilisasi produk dalam kemasan. Atau bisa dibilang sterilisasi dilakukan sekaligus produk dengan kemasannya. Nah alat kami ini memungkinkan pemisahan sterilisasi produk dan kemasan, jadi relatif lebih sehat. Pembeda alat kami dengan pengemas lainnya adalah digunakannya kombinasi akrilik dan stainless stel sebagai material chamber. Sifat fisis akrilik akan membantu menahan supaya tidak terjadi over voltage stainless pada produk. Adapun cara kerja alat inovasi kami ini sebenarnya sederhana. Setelah produk masuk ke alat, kemudian kami sterilisasi dengan kejut listrik selama waktu tertentu, kemudian sekeluar darinya, sudah tersedia kemasan hingga tingga di sealer. Kami juga menggunakan sinar ultra violet untuk mensterilisasi kemasan. Jadi bukan saja produknya yang steril tapi juga kemasannya pun steril dan sehat di waktu yang bersamaan meski dengan sterilisasi terpisah.  Selain itu salah satu keunggulan ASPACK juga dapat melakukan filling dan sealing secara bersamaan dalam waktu 5 detik dengan sistem pedal.” jelasnya.

Saat ini, alat masih dalam tahap pengembangan dan pengujian lebih lanjut, namun dalam waktu dekat mesin akan diberikan kepada CV Bintang Putra Mandiri di Kota Batu secara cuma-cuma sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Melalui pengimplementasian ASPACK diharapkan dapat melakukan efisiensi proses pengemasan secara aseptis, meningkatkan kualitas, profitabilitas, produktivitas UKM. “ASPACK dapat lebih memperpanjang umur simpan namun perubahan produk secara fisik maupun kimiawi tetap minimum,” tutup Mutia.  (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian