Autohemodializer Karya Mahasiswi THP Juarai Djarum Surabaya Writing Competition 2015

Mahasiswa FTP Ikuti Cultural Exchange di Jepang
Oktober 12, 2015
Tukarkan Sampahmu, Bawa Pulang Getukmu
Oktober 16, 2015

Autohemodializer Karya Mahasiswi THP Juarai Djarum Surabaya Writing Competition 2015

IMG_20150928_170739Kembali mahasiswi Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya harumkan nama almamater melalui ajang lomba karya tulis “Djarum Writing Competition 2015′. Pada event tahunan besutan Djarum Foundation ini, Annisa Ulfah Pristya (THP 2012) berhasil meraih juara I atas karya tulis berjudul “Autohemodializer, Aplikasi Artificial Membrane Pada Glomerulus Penderita Gagal Ginjal Akut Akibat Glumerulonefritis Akut.”

Karya tulis yang mengangkat solusi alternatif haemodialisa dan transplantasi bagi penderita gagal ginjal ini berhasil mengalahkan tulisan bertema Optimalisasi Pemanfaatan Energi Matahari Menggunakan Concentrated Solar Hybrid Energy Harvester karya mahasiswa Institut Teknologi 10 November Surabaya yang duduk di posisi kedua serta Dementor  (Dental Anatomy Of Human Detector), Rancang Bangun Inovasi Odontologi Forensik Dalam Identifikasi Korban Bencana Massal tulisan mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga di tempat ketiga.

Autohemodializer merupakan membran Kitosan-Silika-Cu sebagai membran adsorpsi kompatibel yang memiliki porogenisitas yang baik sehingga dapat memisahkan urea dari komponen darah lainnya dan bekerja seperti hemodializer untuk menggantikan fungsi glomerulus yang rusak sehingga penderita gagal ginjal akut tidak perlu menjalani terapi hemodialisis pasca menggunakan Autohemodializer.

IMG_20150928_170641Keunggulan Autohemodializer yaitu bahan baku yang mudah diperoleh di Indonesia sehingga menurunkan biaya bahan baku produksi. Alat ini juga menurunkan efek penolakan jika dibandingkan dengan transplantasi ginjal. Selain itu pasien tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan pendamping pasca menggunakan Autohemodializer. Karena satu alat hanya dapat digunakan untuk satu pengguna maka kemungkinan penyebaran penyakit menular akan lebih rendah jika dibandingkan dengan hemodialisis karena menggunakan alat hemodializer yang digunakan berbagai penderita.

Tulisan karya Annisa ini berhasil memukau juri setelah berhasil menyisihkan 10 finalis yang berasal dari ITS (4), Unair (3), UB (2) dan Politeknik Surabaya (1) di tingkat regional Surabaya. Djarum Writing Competition ini terbagi dalam beberapa regional, Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Nantinya tiga pemenang masing masing regional akan bersaing di tingkat nasional pada Oktober 2015. Kompetisi menulis berhadiah jutaan rupiah ini dikhususkan bagi mahasiswi penerima beasiswa Djarum. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian