AYTRON, Teknologi Fermentasi Yoghurt Terkini Karya FTP

Dekan FTP UB Tanda Tangani MoU dengan Faperta Universitas Negeri Gorontalo
Mei 3, 2016
BIKUPEL, Biskuit Yummy Kaya Fungsi
Mei 16, 2016

AYTRON, Teknologi Fermentasi Yoghurt Terkini Karya FTP

aytronProses konfensional fermentasi yoghurt pada skala UKM hingga proses produksinya relatif lama dan rentan kontaminasi melatarbelakangi 4 mahasiswa universitas brawijaya menggagas inovasi mesin fermentasi yoghurt “AYTRON” (Authomatic Yoghurt Bioreactor). Mas Wisnu Aninditya (TEP-FTP 2013), Nada Mawarda Rilek (TIP-FTP 2013), M. Ghadafy (Elektro-FT, 2013) dan Sri Handayani Nofiyanti (TBP, FTP 2014) dalam bimbingan Yusron Sugiarto, STP, MP, M.Sc, menerapkan AYTRON di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon Malang melalui Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Penerapan Teknologi (PKM-T) Dikti 2016.

Desa Ngabab, terkenal dengan potensi susu yang melimpah, salah satunya yang dihasilkan oleh kelompok peternak Dworowati. Rendahnya harga penjualan susu membuat kelompok peternak ini berinisiatif membuat pengolahan susu mandiri untuk meningkatkan nilai jual susu melalui produk olahan susu yaitu yoghurt. Yoghurt Dworowati ini menjadi salah satu produk unggulan dari Desa Ngabab selain kandungan proteinnya tinggi dan rasanya enak karena susu hasil peternakan desa yang berkualitas juga daya simpannya yang relatif lebih lama dibandingkan olahan lain seperti susu pasteurisasi, sehingga dimungkinkan menjadi produk oleh-oleh wisatawan dari berbagai daerah yang datang ke daerah wisata seperti malang, batu dan sekitarnya. Hal tersebut yang menyebabkan permintaan pasar yoghurt Dworowati semakin meningkat.

Akan tetapi, selama ini produksi yoghurt Dworowati masih menggunakan proses konvensional yaitu fermentasi pada wadah tertutup (suhu ruang 18-270C) sehingga proses produksi menjadi lama yaitu 12-18 jam, selain itu masih rentan terjadinya kontaminasi sehingga tingkat kegagalan proses yang tinggi. Hal ini menyebabkan tingkat produksi yoghurt dworowati hanya 50 ltr/hr, karena peningkatan produksi juga dikhawatirkan dapat meningkatkan kerugian besar dalam produksi karena kegagalan proses. Akibatnya banyak permintaan pasar yoghurt Dworowati tidak dapat terpenuhi dan menurunkan daya saingnya.

AYTRON dibuat untuk menyelesaikan permasalahan mitra tersebut. AYTRON merupakan bioreaktor yoghurt pada proses fermentasi yang dirancang khusus untuk mampu bekerja secara otomatis pada suhu yang telah disesuaikan dengan kebutuhan suhu optimal pertumbuhan Lactobacillus Bulgaricus dan Streptococcus Termophillus (starter) pada proses fermantasi yoghurt (430C). Mesin ini mengkombinasikan teknologi pemanasan electrical heating dan fuzzy logic control. Electrical heating merupakan sistem pemanasan yang mampu meratakan panas pada udara lingkungan. Untuk mendukung kinerja electrical heating, maka bioreaktor dilengkapi dengan fuzzy logic yaitu sistem kontrol cerdas yang dapat diimplementasikan pada suhu bioreaktor yoghurt. Keunggulan AYTRON menggunakan algoritma fuzzy logic sehingga suhu menjadi lebih stabil dan panas yang cepat merata. Hal tersebut mengakibatkan setting time menjadi lebih cepat dan dapat meminimalisir error, sehingga proses pembuatan yoghurt hanya memerlukan waktu 4-6 jam dan tingkat kegegalan proses menjadi rendah. (dse)

sosialisasi aytron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian