B-SMART (Bio Silica Bag with Mahogany Extract) bagi Beras Raskin

Silaturahmi dan Halal Bihalal Keluarga Besar FTP 2017
Juli 5, 2017
Villanova University USA Jajaki Kerjasama dengan FTP UB
Juli 10, 2017

B-SMART (Bio Silica Bag with Mahogany Extract) bagi Beras Raskin

Pertumbuhan penduduk di Indonesia berkembang sangat pesat. Hal ini menyebabkan meningkatnya permintaan bahan pangan pokok, seperti  beras. Mengatasi permasalahan ini, melalui program Beras Miskin pada Juli 2014 pemerintah menyediakan 192.531.765 ton beras untuk masyarakat miskin. Namun, Beras Miskin yang tersebar di gudang Bulog seluruh Indonesia memiliki kualitas buruk akibat waktu penyimpanan lama dan lembab. Lima mahasiswa Univesitas Brawijaya, Fakultas Teknologi Pertanian yang terdiri dari Nidya Fadhilah (THP 2015), Zelviana Putri (THP 2015), Nafisatul Layli (THP 2015), Della Eko (THP 2015), dan Ameiga Cautsarina (TIP 2013) memiliki inovasi baru untuk mengatasi masalah tersebut adalah B-SMART, bio silica bag berbahan utama silica gel sekam padi yang dikombinasikan dengan ekstrak biji mahoni menggunakan gelombang ultrasonik yang dikemas pada kemasan filter paper.

Sekitar 94% kandungan silika pada sekam padi berpotensi untuk dijadikan silica gel yang dapat mngurangi kadar air pada tempat penyimpanan beras, sedangkan penambahan ekstrak biji mahoni berfungsi sebagai anti bakter dan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kombinasi terbaik antara silica sekam padi dan ekstrak biji mahoni pada pembuatan bio silica baguntuk meningkatkan kualitas beras miskin.

Penelitian ini menggunakan  dua faktor yaitu volume ekstrak biji mahoni (A) dan berat silika sekam padi (B).  Kandungan silika tertinggi sebesar 95% yaitu pada pembuatan silica gel  yang menggunakan silika sekam padi 50 gram dengan penambahan ekstrak biji mahoni 10 ml.  B-SMART  diaplikasikan pada beras miskin selama 3 minggu dan hasilnya membukikan bahwa B-SMART mampu menurunkan jumlah butir kepala, butir patah, butir kuning  dan butir mengapur. Adapun hasil uji dari silika sekam padi yang didapat dari uji FTIR adalah pada perlakuan terbaik menunjukkan terdapat gugus silanol (Si-OH) di bilangan gelombang 3456,03 cm-1 dan 1644,00 cm-1, gugus siloksan (Si-O-Si) di bilangan gelombang 1094,33 cm-1 dan 469,43 cm-1, serta gugus siloksi (Si-O-) di bilangan gelombang 961,25 cm-1 dan 795,34 cm-1. Hal itu menunjukkan bahwa silika gel dari sekam padi sesuai dengan silika gel komersial. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian