Kiprah Darmawanita Persatuan FTP

Mahasiswa Unsoed Kunjungi TEP
Juli 11, 2012
Lagi, FTP Raih Prestasi di IFT Competition USA
Juli 13, 2012

Kiprah Darmawanita Persatuan FTP

Menurut kacamata manusia yang amat terbatas, ada banyak hal yang muskil terjadi. Namun, dengan bermodal niat baik semata-mata melakukan kebaikan hanya mengharap ridho Allah SWT saja disertai keyakinan kuat bertawakal dengan datangnya pertolongan Allah SWT maka setiap problem akan ada jalan keluarnya, bahkan keberhasilan pun merupakan sebuah keniscayaan.

Demikian disampaikan KH. Nur Hadi, pimpinan Pondok Yatim Piatu dan Pesantren Nur Muttaqin Al Barokah, Telagawaru, Kedung Kandang Malang saat memaparkan kilas balik pondok sekaligus memberikan pencerahan kepada Pengurus dan anggota Darmawanita Persatuan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB), yang berkunjung dan melakukan bakti sosial, Jumat (13/7) siang.

“Kalau niatnya baik dan semata untuk Allah SWT, insya Allah akan selalu ada jalan dan pertolonganNya. Jagalah agama Allah maka akan menjagamu,” tutur Nur Hadi.

Dikisahkannya, pada awalnya dirinya sama sekali tidak ada bayangan harus mengurus anak yatim piatu korban konflik Sampit dan Sambas. Mengingat tidak adanya dana dan sarana prasarana yang tersedia untuk mengurus puluhan anak yatim piatu. Namun karena mendapatkan amanah dari gurunya untuk maka Hadi berpasrah diri dan tawakal sepenuhnya menjalankan amanat.

“Penuh cerita perjuangan menjalankan amanah untuk mengurus panti. Suka duka silih berganti memberikan warna tersendiri hingga akhirnya Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT sekarang dapat berkembang dengan anak asuh mencapai 200anak dari berbagai usia,” ungkapnya dengan mata berkaca –kaca lantaran haru mengingat masa awal berdirinya pondok.

Ketua Darmawanita Persatuan FTP, Heryuntari Bambang Susilo menyampaikan kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda yang sengaja dirutinkan untuk menggalang kepekaan dan solidaritas sosial anggota selain dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Diungkapkan Heryuntari, dirinya dan pengurus akan mencarikan informasi akses beasiswa dan penerimaan mahasiswa bagi anak panti yang memiliki potensi akademik untuk melanjutkan jenjang pendidikan dibangku kuliah khususnya di Universitas Brawijaya. Ataupun menyediakan akses untuk pelatihan wirausaha bagi anak panti agar menjadi mandiri secara finansial. Hal tersebut dilakukan untuk memberikan dukungan nyata kepada pihak pengelola panti dalam mewujudkan harapan.

Penyuluhan Gerakanp Anti Kanker Serviks Indonesia

Darmawanita Persatuan FTP juga senantiasa mengupayakan pemberdayaan dan upgrading bagi para anggotanya termasuk menambah wawasan kesehatan diantaranya peduli kesehatan reproduksi. Selain mengadakan pemeriksaan pap smear bagi  para anggota pada setiap enam bulannya, juga diadakan penyuluhan sadar Kanker Serviks di sela-sela pertemuan rutin anggota. Penyuluhan dari tim medis Gerakan Anti Kanker Serviks Indonesia (GAKSI) tersebut, dilaksanakan pada Jumat (6/7) di Ruang Sidang FTP lantai 2.

“ Tim Gaksi memberikan penjelasan lengkap berkaitan mengenai apa dan bagaimana kanker serviks termasuk upaya pencegahan serta tindakan penyembuhannya. Hal ini amat membuka wawasan ibu-ibu anggota Darmawanita sehingga lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi,” tutur Ketua Darmawanita Persatuan FTP, Heryuntari Bambang Susilo.

Tim Gaksi memaparkan secara detail mengenai 13 hal yang wajib diketahui para wanita mengenai kanker serviks atau kanker leher rahim. Antara lain, apa itu kanker serviks,  tingkat bahaya, penyebab, bagaimana cara penularan, dan bagaimana gejalanya serta lama masa pertumbuhan kanker serviks. Selain itu juga dijelaskan mengenai cara menditeksi kanker serviks, siapa saja yang beresiko/potensial mengidap kanker serviks,  langkah preventif dan upaya penyembuhan yang bisa dilakukan sekaligus efek sampingnya.

Heryuntari mengungkapkan penyuluhan kanker serviks perlu dilakukan mengingat menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kanker Serviks atau leher rahim merupakan penyebab utama kematian perempuan di dunia akibat kanker. Di Indonesia, setiap tahun terditeksi lebih dari 15.00 kasus kanker serviks dan hampir sebayak 8000 kasus berakhir dengan kematian. Sehingga Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penderita kanker serviks tertinggi di dunia. [elr]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian