Berkat Temuan Pangan Fermentasi, Dr. Elok Berhasil Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Brawijaya

SMAN 1 Sindang Indramayu Kunjungi FTP
Februari 8, 2019
Teknik Lingkungan Lambung Mangkurat Kunjungi Teknik Lingkungan FTP
Februari 8, 2019

Berkat Temuan Pangan Fermentasi, Dr. Elok Berhasil Dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Brawijaya

Berkat inovasi pangan fermentasi berbahan dasar buah buahan temuannya, Prof. Dr.Ir. Elok Zubaidah, MP. dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian berhasil dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu mikrobiologi dan pangan fermentasi pada Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya, Rabu (30/01/2019) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.

Data menunjukkan bahwa penyakit degeneratif  yang disebabkan rusaknya fungsi organ tubuh  hingga menyebabkan hampir 17 juta orang meninggal setiap tahunnya telah menjadi masalah dunia.  Penelitian juga menunjukkan bahwa  rusaknya fungsi organ tubuh ini disebabkan oleh usia dan gaya hidup, termasuk pola makan. Padahal bukan hanya sebagai sumber nutrisi, pangan juga ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan aktivitas dan juga pangan fungsional.

Penelitian yang dilakukan Prof. Dr.Ir. Elok Zubaidah, MP. menunjukkan bahwa salah satu pangan fungsional yang dapat dikembangkan adalah pangan fermentasi karena mempunyai daya simpan lebih panjang, produk lebih aman dan memperbaiki sifat organoleptik. Selain itu fermentasi yang menghasilkan transformasi subtrat oleh mikroba sehingga menjadi beberapa senyawa bioaktif juga bermanafaat bagi kesehatan seperti antioksidan, vitamin B serta senyawa lain yang dapat menjaga saluran pencernaan dan menurunkan kolestrol.

Prof. Dr.Ir. Elok Zubaidah, MP. yang menghasilkan kombucha (minuman fermentasi berbasis teh dan gula)  berbasis buah buahan ternyata ini dapat digunakan sebagai agen diabetes serta berpotensi sebagai probiotik. “Saya sudah meneliti kombucha berbasis apel, buah naga, salak, jambu, jeruk, pear dan starwberry. Terbukti  buah Salak Swaru  mengandung antioksidan dan senyawa bioaktif lebih tinggi dibanding kombucha berbasis buah lain. Selain itu juga kombucha ini dapat menguntungkan petani dan industri dengan berinovasi serta meningkatkan kesehatan masyarakat. Kedepan saya berharap inovasi ini  dapat dipasarkan dan diterima masyarakat luas,” jelasnya. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian