Bokashi, Pupuk Organik Karya Mahasiswa TEP

PENGUMUMAN PENERIMAAN MAHASISWA PASCA SARJANA FTP
Maret 7, 2015
FTP Borong Piala MTQ UB 2015
Maret 26, 2015

Bokashi, Pupuk Organik Karya Mahasiswa TEP

SOSIALISASI-PUPUK-FTP Meningkatnya kebutuhan pupuk dimasyarakat yang tidak diimbangi ketersediaan menyebabkan seringnya terjadi kelangkaan hingga melatari kelima mahasiswa Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (TEP FTP) menginovasi pembuatan pupuk organik pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) tahun 2015. Enik Sulistiana (TEP 2012), Ahmad Diyanal Arifin (TEP 2012), Ina Nur Anisa (TEP 2012), Ilhamullail Yahya (TEP 2012) dan Reza Pahlevi (TEP 2013) dibawah bimbingan Yusron Sugiarto, STP, MP, M.Sc., mensosialisasikan pengolahan limbah ternak kambing menjadi pupuk bokashi di Desa Pagerwojo- Kabupaten Blitar, Sabtu (21/03/2014).  Pupuk bokashi sendiri merupakan salah satu jenis pupuk organik yang diolah dengan bantuan teknologi fermentasi menggunakan EM4.

Pemilihan Desa Pagerwojo dikarenakan daerah tersebut merupakan sentra pertanian di Kabupaten Blitar dengan potensi komoditas unggulan berupa jagung, padi, cabai merah serta ketela. Namun seiring dengan meningkatnya penggunaan pupuk anorganik sedangkan ketersediaanya yang terbatas mengakibatkan sering terjadi kelangkaan pupuk di masyarakat. Selain itu, selama beberapa tahun terakhir Pemerintah Kabupaten Blitar telah mendorong penggunaan pupuk organik karena melihat dampak jangka panjang pupuk jenis ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mencegah degradasi lahan.

Di sisi lain, selain bekerja sebagai petani rata-rata masyarakat desa Pagerwojo juga memiliki ternak kambing tiga sampai lima ekor per kepala keluarga sebagai usaha sampingan. Dengan demikian Desa Pagerwojo memiliki potensi cukup besar untuk memproduksi pupuk organik secara mandiri. Hanya saja karena kurang informasi membuat masyarakat hanya membuang limbah kotoran ternak tersebut ke sawah tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu.

Pupuk bokashi inovasi kelima mahasiswa ini merupakan salah satu jenis pupuk organik yang diolah dengan bantuan teknologi fermentasi menggunakan EM4. Untuk membantu meningkatkan produktivitas pembuatan pupuk secara optimal dan efisien maka pada proses pembuatan pupuk bokashi ini digunakan suatu novel device komposter dengan pemberian panas yang memanfaatkan sumber daya alam. Keunggulan komposter karya tim ini adalah proses pengkomposan yang relatif lebih cepat dengan adanya suhu terkontrol. Komposter ini juga memungkinkan adanya sistem aerasi atau pemberian udara pada sistem untuk memungkinkan bakteri tetap hidup selama proses fermentasi.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim PKM tidak hanya mensosialisasikan ke masyarakat tentang teknologi pembuatan pupuk kompos yang optimal tetapi juga bermitra dengan Kelompok Tani Ngudi Rahyu dan menerapkan sistem Bank Pupuk Organik yaitu Bank Pupuk Organik (BPO) Ngudi Rahayu. Bank Pupuk Organik adalah suatu sistem pengelolaan kotoran ternak, khususnya kotoran kambing secara kolektif yang mendorong anggota kelompok tani untuk berperan secara aktif didalamnya. Sistem ini akan menampung, mengolah serta menyalurkan pupuk bokashi dengna sistem jual beli ke masyarakat. Semua kegiatan ini dilakukan dari, oleh dan untuk anggota kelompok tani. harapan dari kegiatan ini adalah mewujudkan desa Pagerwojo yang mandiri pupuk organik berwawasan lingkungan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya anggota kelompok tani melalui pendapatan dari Bank Pupuk Organik. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian