BRAVE 2014 Persembahan BEM FTP

Workshop Kerajinan Aneka Bros Dharma Wanita FTP
Oktober 23, 2014
YUDISIUM 27 OKTOBER 2014
Oktober 28, 2014

BRAVE 2014 Persembahan BEM FTP

braveBadan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (BEM FTP) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Brawijaya Agriteech Event 2014, Kamis (23/10/2014) di kampus FTP.

sambutan-dekanDipaparkan ketua panitia, Saiful Arif (TIP 2012), Brave 2014 memiliki rangkaian acara yang terbuka untuk umum. Talk show nasional  bertema “Membangun Jiwa Pemuda Kreatif dan Kritis dalam Menghadapi ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 melalui Ketahanan Pangan Nusantara” menjadi pembuka rangkaian kegiatan. Talk Show  untuk seluruh masyarakat umum ini menghadirkan Bastian Ramadhan, DP., Asean Youth Ambassador 2011 dan Novianto, entrepreneur sukses di bidang keju dan pengolahannya yang berpusat di Boyolali –  Jawa Tengah. Dalam sambutannya ketika membuka acara, Dekan FTP, Dr.Ir. Bambang Susilo, M.Sc.Agr.,  menekankan tentang pentingnya kemandirian, terlebih dalam menyongsong komunitas ekonomi Asean. “Saatnya kita beralih dari ketahanan pangan menjadi kedaulatan pangan. Terutama di FTP dengan empat ranah keilmuannya yaitu pangan, energi terbarukan, bio material dan lingkungan.  Jadi kita harus mandiri pangan, mandiri energi dan mandiri lingkungan seperti kata Henry Kissinger, control  food and you control the people, control  oil and you control the nation yang berarti kuasai pangan, maka engkau akan menguasai  rakyat dan kuasai minyak (energy) maka engkau akan menguasai bangsa-bangsa di dunia. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan mensupport presiden Republik Indonesia yang baru terpilih serta menghasilkan produk riil yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Bastian Ramadhan, DP., Asean Youth Ambassador 2011 menjelaskan kiat kiat menjadi pemuda yang sukses dalam menyambut Asean Economic Comunity. “Sudah siapkah kita menyongsong AEC 2015? Apa yang kita punya? Apa bekal kita? English Skill? Good Communication? Many Link? Best Qualification (Quantity and Quality) ? atau IPK yang bagus? Sebenarnya rumus kesuksesan optimal adalah OS = B + S + L – A, dimana OS adalah Optimum Success, B adalah Basic, S adalah Strategy, L untuk Luck dan A adalah Accident. Tetapi jangan takut gagal. Karena seperti kata Peter Senge bahwa kegagalan hanyalah kesenjangan antara visi dan realita. Sesungguhnya kegagalan adalah kesempatan yang baik untuk belajar dari kenyataan, tentang tidak bekerjanya strategi seperti apa yang diharapkan. Dan ingatlah bahwa kegagalan bukanlah tentang ketaklayakan atau ketidakberdayaan. Justru jadikan itu pelajaran dan pengalaman yang berharga. Lakukan evaluasi dan cari strategi baru untuk menggapai sukses. Jangan lakukan segalanya hanya untuk coba coba. Lakukan dengan dengan penuh kesungguhan dan pahami potensi dan kualitas diri sendiri sebaik baiknya,” paparnya.

Sesi berikutnya dipaparkan oleh Novianto, sarjana arsitektur yang justru sukses sebagai pengusaha keju “Indrakila” dari Boyolali. Dalam materinya Novianto menjelaskan tentang Konsep Ketahanan Pangan Nusantara menuju AEC 2015. Dengan kawasan luas dan sumber daya memadai, diharapkan bangsa ini mampu mencukupi setiap kebutuhan masyarakat, terutama bidang pangan, tetapi kenyataannya, banyak masyarakat kekurangan makanan bahkan data menunjukkan bahwa Indonesia masih mengimpor berbagai kebutuhan pokok dari luar negeri. Disinilah peran pemuda khususnya mahasiswa harus menjadi karateker kemajuan teknologi ini. Inovasi dan kreatifitas mereka masih sangat dibutuhkan untuk menciptakan negara dengan ketahanan pangan terbaik bahkan mampu berdaulat. Dalam penjelasannya, Novianto mencontohkan latar belakang usaha keju “Indrakila” miliknya. “Mari kita berpikir masyarakat susu versus masyarakat ekonomi ASEAN. Susu yang mempunyai kandungan protein tinggi cenderung cepat basi. Susu juga mudah dipalsukan karena bentuknya yang cair. Dengan harga bahan mahal serta perizinannya yang relatif susah karena harus dari BPOM pusat menjadikan susu tidak terjangkau sehingga target pemasaran menjadi terbatas.  Nah sebagai pemuda kreatif, mari kita berpikir dari sisi yang berbeda. Karena mudah basi, susu harus selalu segar sehingga lebih sehat dan kayak gizi.  Dan karena mudah dipalsukan, inilah kesempatan untuk menjual yang asli sehingga lebih berkualitas. Harga jual yang tidak seimbang dengan harga pakan memerlukan produk yang bisa mengangkat harga susu secara umum. Semua itu juga menjadikan hal ini peluang usaha yang fantastis, sebab masih jarang pengrajin susu di Indonesia. Selain itu, terjadinya pemalsuan dan pencampuran guna menjaga standar pabrik, memerlukan usaha untuk menjaga mutu tanpa mengurangi kualitas. Salah satu usaha tersebut adalah pengolahan ditempat. Susu yang mudah basi jika diolah menjadi yogurt, ice cream, kefir, tahu, keju, sabun atau permen akan mempunyai umur simpan lebih lama tanpa mengurangi kualitas sehingga meningkatkan nilai ekonominya. Keju merupakan makan fermentasi yang bernutrisi. Sebab kandungan gizi satu kilogram keju setara dengan dua belas liter susu,” jelasnya.

Seusai talk show, peserta disegarkan Wawan Saktiawan, STP  yang menghibur dengan stand up comedy berkat monolog cerdasnya  bertemakan Pemuda, Mahasiswa dan Kehidupan Kampus  masa kini yang menggelitik kesadaran.

LOMBA MADING 3 DIMENSI SEJAWA – BALI

pemenang-madingBertempat di hall FTP lantai 1, rangkaian BRAVE 2014 juga menyelenggarakan lomba Mading 3 Dimensi untuk pelajar SMA/SMK se Jawa Bali sebagai salah satu Aksi Asik (Ajang Kreasi Siswa Kreatif) dengan tema “Kreativitas Tanpa Batas Menuju Pasar Bebas 2015”. Dipaparkan ketua panita, Saiful Arif (TIP 2012), tema diatas dapat dijabarkan lagi dalam Bidang Pangan Fungsional/Hasil Pertanian, Bidang Teknologi Terbarukan/ Teknik Pertanian serta Bidang Industri Kreatif Ramah Lingkungan/Industri Pertanian. Saiful Arif juga menuturkan harapannya melalui acara ini diharapkan para pemuda Indonesia dapat menyalurkan aspirasi maupun solusi mengenai pasar bebas yang akan diberlakukan mulai tahun 2015.

Setelah mempertimbangkan beberapa kriteria penilaian yang meliputi originalitas, kreativitas, kesesuaian dengan tema, keindahan, kerapian, kebersihan serta presentasi karya akhirnya dewan juri yang terdiri dari Endrika Widyastuti, S.Pt, M.Sc, MP., Yusron Sugiarto, STP, MP, M.Sc.,dan Ika Atsari Dewi, STP.MP. memutuskan dua tim sebagai juara dari 30 sekolah yang berlaga. Juara pertama berhak atas uang tunai sebesar dua juta rupiah, sertifikat dan trophy diraih oleh SMAN 1 Ponorogo yang beranggotakan Dyah Ayuning P. , Gerallin El Janna dan Ahmad Faisal A. Sementara itu, Rahmadani Tri A., Dinda Ayu Nur A., dan Yuyun Nailufar dari SMAN 10 Malang berhasil meraih juara kedua serta memperoleh uang tunai sebesar satu setengah juta rupiah, sertifikat dan trophy. Selain itu ada pula juara favorit berdasarkan vote pilihan pengunjung yang diraih Rahmatullah Aziz Alfi, Ayu Raudatul Jannah bersama Windiana Novita P dari SMAN 1 Pamekasan. Juara favorit ini berhak atas trophy, uang tunai senilai tujuh ratus lima puluh ribu rupiah dan sertifikat.

INDONESIAN DOODLE CARNIVAL

Serentak dengan talk show dan lomba mading, digelar pula Indonesian Doodle Carnival (IDC) di hall belakang FTP lantai 1 sebagai suatu terobosan baru dalam menyampaikan aspirasi yakni dalam bentuk gambar kreatif dan inspiratif dengan pesan dan tujuan tertentu. IDC yang merupakan rangkaian BRAVE 2014 BEM FTP ini bertema“Pesan untuk Istana”, berisikan harapan seluruh rakyat Indonesia mengenai solusi untuk negeri ini untuk para pemimpin bangsa.

Tercatat 250 karya yang diikutkan dalam IDC 2014 dari berbagai lapisan masyarakat umum. Kesesuaian karya dengan tema, Originalitas dan kreativitas, Kerapian dan Keindahan menjadi kriteria penilaian IDC 2014 oleh Fenny Rochbeind, S.Pd. M.Sn. dari Universitas Malang sebagai juri. Kesepuluh pemenang yang termasuk dalam sepuluh besar berhak atas merchandise menarik persembahan panitia. Kesepuluh pemenang dapat dilihat pada tautan http://bemftp.ub.ac.id/pengumuman-10-besar-indonesian-doodle-carnival/. (dse)

doodle_1

doodle_2 doodle_3

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian