Buka Bersama Ustadz Zainal Arifin

Pemanfaatan Bakteriofag sebagai Pencegah Keracunan Makanan
Juli 3, 2015
Visitasi Akreditasi Dua Prodi FTP
Juli 8, 2015

Buka Bersama Ustadz Zainal Arifin

zainal arifinBertempat di Aula FTP lantai II, Kamis (2/7/2015), Ustadz Zainal Arifin memberikan tausiyah tentang hal-hal yang membatalkan puasa ramadhan sekaligus berbuka bersama keluarga besar FTP.

“Sungguh beruntung kita semua masih diberi kesempatan melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan kali ini.  Pada hakekatnya puasa adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Nah jangan sampai kita menjadi orang yang merugi. Sudah bersusah payah menahan lapar dan haus seharian, ternyata berkurang atau justru gugur pahalanya,” kata Ustadz di hadapan 250 sivitas akademika FTP. Ia menambahkan, hal-hal yang menyebabkan berkurang atau hilangnya pahala puasa itu sebenarnya sangat jamak terjadi di kehidupan sehari-hari dan kadang kita tidak menyadarinya.

Zainal Arifin memaparkan, hal pertama membatalkan puasa adalah berkata dusta. “Ada banyak kebohongan kecil yang kadang umum dilakukan masyarakat. Padahal namanya bohong ya tetap saja dusta. Tidak ada itu bohong besar atau bohong kecil, semuanya sama saja mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa,” ungkapnya. Kedua adalah menggunjing atau membicarakan orang lain. “Wah ini seru sekali biasanya, seperti ungkapan gosip, makin digosok makin sip. Kadang malah sampai lupa waktu kalau sudah mulai membicarakan orang lain. Hati hatilah, jangan sampai kita jadi orang yang merugi, mari biasakan untuk selalu berkata benar dan bermanfaat. Jangan sampai kita kehilangan momen ramadhan hanya karena perbuatan semacam itu,” paparnya lagi.

Lebih lanjut Ustadz Zainal menjelaskan pula hal-hal lain yang juga mampu mengurangi atau menghilangkan pahala puasa. Diantaranya adalah memberikan kesaksian palsu, berkata yang tak etis seperti sumpah serapah, makian/ucapan kotor, bertengkar atau bertikai/adu mulut, menghasut dan dengki serta berhawa nafsu pada bukan mahram. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian