Canggih, Inovasi Mahasiswa FTP Mampu Uraikan Sampah Plastik dengan Cepat

Keren, Mahasiswa FTP Ciptakan Perisa Almond dari Ampas Tahu
September 22, 2020
Keren, 934 Maba FTP Deklarasi Integritas, Anti Perundungan dan Protokol Covid
September 23, 2020

Canggih, Inovasi Mahasiswa FTP Mampu Uraikan Sampah Plastik dengan Cepat

Tiga orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang menemukan sebuah inovasi dengan memanfaatkan enzim sebagai pengurai sampah plastik, khususnya plastik PET. Ide mereka muncul dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah sampah plastik di Indonesia sedangkan plastik sendiri membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami.

Oleh karena itu, Isbakhul Lailatil Fibriyah (TIP), Nadyah Eka Nurizza (THP), dan Quinnike Aisy Maskurin (THP) menemukan suatu metode yang dapat menguraikan sampah plastik secara cepat dengan memanfaatkan potensi enzim cutinase dari mikroorganisme Fusarium solani.

Isbakhul selaku ketua tim mengatakan bahwa penelitian mengenai penguraian plastik secara enzimatis sebenarnya sudah ada. Akan tetapi penelitian tersebut memiliki kekurangan yaitu proses penguraiannya kurang stabil. Oleh karena itu, Isbakhul dan kawan-kawan mencoba memaksimalkan potensi cutinase dari mikroorganisme Fusarium solani dengan metode nanoimobilisasi sebagai pengurai sampah plastik.

“Mekanisme kerja enzim cutinase dalam menguraikan sampah plastik secara umum terjadi lapis demi lapis. Sampah plastik sebelum terurai memiliki permukaan yang halus, namun menjadi lebih kasar setelah terurai. Proses tersebut dikarenakan adanya reaksi penguraian secara enzimatis,” imbuhnya.

Ia menambahkan, adanya metode nano imobilisasi dapat menjadikan enzim lebih efektif dan efisien dari segi biaya maupun ketahanannya. Hal tersebut dikarenakan semakin kecil ukuran partikel, maka semakin luas permukaan partikel. Yang artinya, akan banyak enzim yang terikat pada partikel tersebut.

“Adanya proses nano imobilisasi tersebut diharapkan dapat menjadikan enzim lebih tahan terhadap pengaruh suhu dan pH serta memiliki kemampuan difusi yang lebih tinggi karena permukaan yang lebih luas. Selain itu, enzim mampu digunakan berkali-kali dalam proses katalisis sampah plastik PET,” kata Eka, salah satu anggota tim.

Dengan demikian, tim tersebut berharap nano imobilisasi cutinase dari Fusarium solani mampu menjadi solusi pada permasalahan penanggulangan sampah plastik PET di Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian