CANTIK TAU , Solusi Cantik Masalah Rambut Karya Mahasiswa THP

Yudisium Mei 2016
Mei 23, 2016
SMART WERKUDARA, Web Pintar Permudah Calon Pendonor Darah
Mei 24, 2016

CANTIK TAU , Solusi Cantik Masalah Rambut Karya Mahasiswa THP

CIPUTHijab merupakan penutup aurat wanita muslimah yang saat ini sedang ramai dibicarakan sebagai trend setter dunia fashion. Pemakaian hijab biasanya diiringi dengan penggunaan inner hijab atau ciput agar rambut terlihat lebih rapi dan tidak terlihat saat memakai hijab. Akan tetapi, terdapat suatu masalah yang timbul pada rambut saat menggunakan hijab. Saat menggunakan hijab, rambut berada dalam keadaan tertutup, sehingga keringat semakin banyak diproduksi dan menimbulkan bau tidak sedap serta menstimulasi munculnya ketombe. Ketombe disebabkan oleh  pertumbuhan jamur Phytosporum ovale saat rambut dalam kondisi lembab karena produksi keringat yang semakin banyak saat berhijab. Sampai saat ini, solusi yang telah ditawarkan oleh supplier hijab hanyalah inner hijab yang memiliki bahan kain yang dingin.

Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan Fakultas Teknologi Pertanian (PKM-K FTP) mengembangkan sebuah produk inner hijab yang bernama CANTIK TAU (Ciput Anti Ketombe dan Anti Bau).

Tim PKM-K yang beranggotakan Radite Raharja, Tia Aryana, Yuni Puspitasari, Asri Nur Aisyah, dan Zada Agna Talitha dibawah bimbingan Nur Ida Panca Nugrahini, STP, MP  mengusungkan sebuah solusi untuk mengatasi permasalahan rambut wanita berhijab yang Inovatif, Edukatif dan Prospektif yaitu dengan menggunakan “CANTIK TAU (Ciput Anti Ketombe dan Anti Bau)”. Ciput yang terbuat dari kaos rayon ini memanfaatkan bahan-bahan herbal seperti daun alamanda, daun pandan, jeruk nipis, kulit jeruk manis, serta bunga melati yang dikeringkan untuk menjadi serbuk dan diletakkan pada kantung yang terdapat didalam ciput. Daun alamanda dipilih karena memiliki kandungan saponin, tannin dan flavonoid yang dapat menekan pertumbuhan serta memberantas jamur penyebab ketombe. Sedangkan daun pandan memiliki kandungan saponin dan fenol yang berperan sebagai antibakteri. Melati, jeruk nipis, dan kulit jeruk manis dipilih karena memiliki senyawa volatil yang menimbulkan aroma yang harum dan segar.CIPUT TIM

Selain penggunaan bahan-bahan herbal tersebut, terdapat aspek edukatif pada produk kemasan “CANTIK TAU” dimana pada bagian belakang kemasan, konsumen dapat membaca kalimat-kalimat hadist atau kutipan dari arti ayat Al-Qur’an yang menerangkan mengenai adab-adab wanita Muslimah. Oleh karena itu, dengan membeli produk ini, tidak hanya permasalahan rambut wanita muslimah yang dapat dicegah, akan tetapi dengan adanya edukasi yang diberikan dapat membantu konsumen untuk memahami bagaimana menjadi wanita muslimah seutuhnya.

Pasar utama CANTIK TAU berasal dari wanita dari berbagai kalangan, baik remaja, dewasa, kalangan hijabers, maupun wanita berbagai profesi. Pemasaran yang digunakan terbagi menjadi dua yaitu pemasaran offline dan online. Pemasaran offline dilakukan dengan cara mengikuti expo/bazaar pada acara-acara tertentu, pembagian brosur dan pengenalan produk dari mulut ke mulut, menjalin kemitraan dengan salon muslimah dan toko hijab, serta bekerjasama dengan organisasi-organisasi kemahasiswaan. Sedangkan pemasaran online dilakukan melalui media sosial seperti twitter, facebook, instagram, dan line@. CANTIK TAU dijual seharga Rp 22.000,- tiap 1 paket CANTIK TAU (berisi 1 ciput + 1 refill).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian