Cincau Hitam Antar Tri Dewanti Jadi Guru Besar

Briefing Praktikum TIP
Februari 26, 2019
Usung Maczone, Tim FTP UB Raih Bronze Medal di Malaysia Tecnology Expo 2019
Februari 27, 2019

Cincau Hitam Antar Tri Dewanti Jadi Guru Besar

Berkat inovasi pangan fungsional berbahan dasar cincau hitam temuannya, Prof. Dr.Ir. Tri Dewanti Widyaningsih, M. Kes. dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian berhasil dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu gizi pangan pada Rapat Senat Terbuka Universitas Brawijaya, Rabu (27/02/2019) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya.

Pangan fungsional merupakan makanan atau minuman yang kandungan komponen aktifnya bermanfaat bagi kesehatan, disamping fungsi gizi dasar kandungan nutrisinya. Disisi lain, sejak jaman dahulu kala, nenek moyang kita telah melakukan upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dengan berbasis pada sumber daya alam disekitarnya yang sering disebut sebagai pangan tradisional. Pangan tradisional sangat berpotensi menjadi pangan fungsional melalui peningkatan mutu dan keamanannya.

Salah satu pangan tradisional yang berpotensi menjadi pangan fungsional adalah cincau hitam (Mesona palustris  BL) . Cincau hitam yang disebut janggelan (Jawa Timur), camcao (Jakarta), cao (Jawa Tengah), juju, tarawulu, kepleng, camcauh dan tahulu ini terkenal di hampir semua daerah di Indonesia sebagai bahan pangan yang penggunaannya bervariasi minuman daerah. Gel cincau hitam ini umumnya disajikan bersama dengan potongan kecil buah buahan, irisan kelapa muda, sirup encer atau sebagai es campur.  Proses pembuatan gel cincau hitam umumnya dicetak dengan kaleng kaleng yang korosif. Oleh karenanya perlu pengembangan produk yang lebih higienis, menarik, praktis dan awet.

Prof. Tri Dewanti tertarik mengembangkan cincau hitam karena kandungan vitamin dan mineralnya. Kandungan mineral yang menonjol adalah fosfor dan kalsium sedangkan kandungan vitamin yang cukup tinggi adalah pro vitamin A sebagai karotenoid, vitamin B1 dan vitamin C. Selain kandungan bioaktifnya yang bersifat antioksidan, penelitian juga menunjukkan adanya serat pangan yang merupakan komponen pembentuk gel (KPG) pada cincau hitam.  Kandungan senyawa bioaktif dan kandungan serat pangan pada cincau hitam ini secara fisiologis yang akan berperan dalam kesehatan tubuh dan penyakit seperti kemampuannya sebagai antioksidan, antikanker, antihiper-kolesterolemia, antidiabetik, antitrombosis, antiinflamasi maupun sebagai imunomodulator dan hepatoprotektor.  Dari hasil penelitian selama lebih dari 10 tahun telah menghasilkan beberapa jenis produk inovatif cincau hitam. Inovasi produk cincau hitam ini telah mendapatkan menghargaan 107 Karya Inovasi paling prospektif Indonesia tahun 2015 dari BIC dan Pusat Inovasi LIPI serta telah mendapatkan 5 Hak Paten HAKI. Produk pengembangan cincau hitam tersebut diantaranya :serbuk gel cincau hitam, liang teh cincau hitam, jelly drink cincau hitam, serbuk teh instan, serbuk effervecent, teh celup cincau hitam, kapsul suplemen herbal, wedang uwuh janggelan, mie cincau hitam serta nori cincau hitam. (dse)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian