Dorong Potensi Daerah Dosen FTP Bina UKM Minuman Sari Buah Nanas di Lereng Gunung Kelud

Segera Hadir! Pelatihan Bahasa Inggris – TOEFL Preparation oleh ULBI FTP UB
September 4, 2019
THP Mengadakan LOBSTER (Lomba Buat Poster) se-THP FTP UB
September 5, 2019

Dorong Potensi Daerah Dosen FTP Bina UKM Minuman Sari Buah Nanas di Lereng Gunung Kelud

Gunung Kelud yang berada di Kecamatan Ngancar adalah salah satu objek wisata alam unggulan di Kabupaten Kediri. Wisata Gunung Kelud yang berlokasi 30 km dari pusat Kota Kediri ini banyak dikunjungi oleh wisatawan sehingga sangat prospektif untuk adanya pengembangan produk oleh-oleh khas. Hal ini didukung dengan potensi bahan baku yang melimpah yaitu buah nanas varietas Smooth Cayyene dan Queen. Kecamatan Ngancar dapat dikatakan sebagai sentra budidaya komoditas nanas di Kabupaten Kediri, ditandai dengan adanya simbol atau ikon buah nanas yang dibangun sebagai tugu selamat datang di wilayah Kecamatan Ngancar.

Desa Babadan merupakan satu dari 10 desa di Kecamatan Ngancar yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani nanas. Hamparan luas tanaman nanas terlihat di lahan-lahan sepanjang jalan menuju wisata Gunung Kelud. Buah nanas khas lereng Gunung Kelud ini terkenal memiliki rasa yang manis dan beraroma harum. Hasil panen buah nanas selama ini dipasarkan dalam bentuk buah segar. Namun saat musim panen, kendala masa simpan yang tidak bisa lama mendorong dilakukannya upaya pengolahan buah nanas menjadi berbagai produk olahan, salah satunya minuman sari buah nanas.

UKM Murni Mandiri adalah UKM yang memproduksi minuman sari buah nanas dengan merek Namako. UKM yang berada di Dusun Judeg Desa Babadan Kecamatan Ngancar ini telah beroperasi sejak tahun 2015 dengan kapasitas produksi sebesar 50 liter/hari, dan meningkat tajam saat musim lebaran. Proses produksi yang masih dilakukan secara manual menjadi kendala saat permintaan produk meningkat. Adanya keterbatasan alat produksi menjadikan proses produksi tidak efisien dan membutuhkan biaya tinggi sehingga UKM Murni Mandiri tidak dapat memenuhi permintaan konsumen dengan maksimal.

Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemenristek Dikti dan LPPM Universitas Brawijaya tahun 2019, Wendra G Rohmah, STP, MP, bersama dengan Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP, MP dan Jaya Mahar Maligan, STP, MP memberikan solusi tepat melalui teknologi tepat guna Mesin Penyaring dan Cup Sealer Terpadu yang mudah diadopsi oleh UKM mitra. Kelebihan mesin produksi ini adalah mengintegrasikan proses pemasakan, penyaringan, dan pengemasan dalam satu aliran continue sehingga proses produksi dapat dilakukan secara efisien dan efektif sehingga kualitas serta kuantitas produk dapat terkendali. “Melalui fasilitasi mesin penyaring dan cup sealer ini kami harap proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien, proses penyaringan dan pengemasan yang sebelumnya 4-5 jam dapat dikurangi menjadi 1-2 jam saja, sehingga produktivitas tenaga kerja juga bisa meningkat”, Jelas Wendra G Rohmah selaku ketua tim.

Selain fasilitasi mesin penyaring dan cup sealer terpadu, tim dosen dari Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya ini juga memberikan bimbingan teknis dan pendampingan kepada UKM mitra antara lain tentang sistem produksi, cara proses produksi yang baik (CCPOB) atau Good Manufacturing Practices (GMP), manajemen pengelolaan usaha, standar jaminan mutu produk dan juga pemasaran. “Harapan kami semoga dengan adanya kegiatan ini dapat semakin memotivasi Pak Koleksi selaku pemilik UKM Murni Mandiri untuk membesarkan usahanya dan menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing sebagai produk oleh-oleh khas Gunung Kelud”, pungkas Wendra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian