Dosen FTP Ajari Santri Ar-Rohmah Dau Membuat Sabun Sendiri

Mahasiswa FTP Belajar Hingga ke Thailand dan Malaysia
September 7, 2018
Workshop Penyusunan SOP dalam BIZAGI
September 12, 2018

Dosen FTP Ajari Santri Ar-Rohmah Dau Membuat Sabun Sendiri

Ni’matul Izza, STP. MT, Dosen jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya adakan pelatihan pembuatan sabun di Pondok Pesantren Putri Ar-Rohmah , Sumbersekar Dau – Malang. Ni’matul bersama tim beranggotakan Shinta Rosalia Dewi, S.Si. M.Sc; Angky Wahyu Putranto, STP, MP; Dina Wahyu Indriani, STP, M.Sc; dan Dr. Ir. Bambang Dwi Argo, DEA, menjalankan program pelatihan pembuatan sabun dengan tujuan untuk memberikan pembekalan kecakapan dalam berwirausaha pada santri pondok pesantren putri Ar-rohmah dalam memproduksi sabun cuci tangan handmade. Hal ini selaras dengan salah satu misi pondok pesantren tersebut, yaitu menciptakan wadah pendidikan yang menyeluruh sehingga terbentuk siswa yang unggul dari segi ilmu pengetahuan dan ketrampilan.

Alasan dipilihnya sabun cuci tangan handmade sebagai produk wirausaha dikarenakan memiliki kemudahan dalam menemukan bahan baku, teknologi produksi yang sederhana, serta harga jual yang cukup tinggi sehingga produksi sabun cuci tangan handmade menjadi sebuah alternatif wirausaha yang menggiurkan. Di sisi lain, dalam proses produksi sabun tidak membutuhkan tempat produksi yang besar. Sehingga dengan adanya pelatihan pembuatan sabun cuci tangan handmade ini diharapkan akan mengembangkan sifat wirausaha santri di Pondok Pesantren Putri Ar-Rohmah.

Dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat ini, diawali dengan sharing motivasi berwirausaha yang disampaikan oleh dua mahasiswa; Arta Harianti (TEP 2014) dan Addieny Sugesti (TBP 2016) sebagai start up gunamemotivasi para santri untuk berwirausaha setelah nanti terjun ke masyarakat. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun cuci tangan oleh Shinta Rosalia Dewi, S.Si. M.Sc. dan Ni’matul Izza, STP. MT. Antusiasme dan keaktifan yang sangat besar ditunjukkan oleh peserta pelatihan pembuatan sabun cuci tangan ini. Para santri aktif bertanya dan bergantian mencoba mempraktikan proses pembuatan sabun dibantu oleh Tim Dosen dan mengikuti langkah pada modul yang telah dibagikan.  Setelah kegiatan pelatihan pembuatan sabun berakhir, dilakukan pengisian form evaluasi yang berisi pertanyaan mengenai pembuatan sabun handmade dan minat para santri untuk berwirausaha. Berdasakan hasil kuisioner dapat disimpulkan bahwa, setelah mengikuti program pelatihan pembuatan sabun cuci tangan handmade ini, mampu meningkatkan minat dan kemampuan santri di Pondok Pesantren Ar-Rahmah untuk berwirausaha dan para santri juga memahami proses pembuatan sabun yang telah diajarkan. Hal ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Keteknikan Pertanian Universitas Brawijaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian