Dosen FTP bersama TIM UB Ajarkan Pertanian Sehat di Bokor Tumpang

Dosen TIP Bimbing Manajemen Katering Panti Asuhan Aisyah
September 25, 2018
FTP Resik
October 5, 2018

Dosen FTP bersama TIM UB Ajarkan Pertanian Sehat di Bokor Tumpang

Lima dosen Universitas Brawijaya membimbing ilmu pertanian sehat para petani sayur dalam program  “Pemberdayaan Kelompok Tani Sayur melalui Penerapan Pertanian Sehat di Sentra Petani Sayur Desa Bokor Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang”. Program yang diketuai oleh Dr.Ir Nurul Aini, MS (FP) ini beranggotakan empat dosen dari berbagai Fakultas UB yaitu Kartika Yurlisa, SP, M.Sc (FP), Fery Abdul Cholid, SP, MP (FP), Faizatul Amalia, S.Pd, M.Pd (FILKOM) dan Joko Prasetyo, STP, M.Si (FTP).

Ketua tim, Dr. Nurul Aini menjelaskan,”Praktek produksi sayuran dengan penggunaan bahan kimia yang berlebihan menyebabkan degradasi lahan pertanian serta tingginya biaya produksi. Selain itu sayuran yang dihasilkan akan mengandung residu bahan kimia sehingga dalam jangka panjang dapat berbahaya bagi konsumen. Lalu, tidak dapat kita pungkiri juga bahwa selama ini umumnya harga sayuran sangat ditentukan oleh tengkulak, petani tidak mempunyai kesempatan penawaran. Kami bersama tim dari UB mencoba mengatasi permasalahan tersebut dengan penerapan pertanian sehat melalui penurunan intensitas penggunaan pupuk anorganik maupun penggunaan pestisida kimia. Melalui pertanian sehat, kita dapat mengembalikan kesuburan tanah dengan menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang dan pupuk hijau serta pupuk organik cair/biourine. Adapun untuk mengganti penggunaan pestisida kimia, Pengurangan penggunaan pestisida kimia bagi pengendalian hama penyakit dapat dilakukan dengan pemanfaatan agen hayati dan tanaman refugia. Kita juga membimbing para petani untuk mengurangi  penggunaan herbisida dengan penggunaan mekanisasi (rotary hand traktor) pada saat persiapan lahan.  Cara pemasaran juga kita perbaharui dengan memotong rantai pemasaran namum beralih pada digital marketing,” paparnya.

Lebih lanjut, Joko Prasetyo, STP, M.Si salah satu anggota tim dari Fakultas Teknologi Pertanian menjelaskan bahwa kegiatan yang telah dilakukan diantaranya adalah studi banding ke Kampung Brenjonk di Mojokerto untuk mempelajari sistem pertanian organik, sosialisasi pelatihan pertanian sehat dengan tidak menggunakan bahan kimia baik pupuk maupun pestisida, implementasi dilapangan serta monitoring dan evaluasi. “Alhamdulillah kelompok petani Bokor antusias dengan kegiatan ini. Jika sebelumnya menggunakan pestisida, sekarang mereka beralih ke mekanisasi pertanian dengan menggunakan cultivator.  Penerapan pertanian sehat ini alhamdulillah menghasilkan sayuran yang lebih sehat karena bebas bahan kimia sehingga mampu menaikkan harga jualnya. Selain itu dengan penggunaan digital marketing berbasis online melalui facebook dan instagram, para petani tidak lagi bergantung pada para tengkulak. Mereka dapat menentukan sendiri harga produknya dan berinteraksi langsung dengan konsumen yang alhamdulillah makin bervariasi dan meluas cakupannya dibanding sistem pemasaran konvensional. Kedepan kami harap kegiatan ini mampu menjadikan Desa Bokor – Tumpang sebagai desa percontohan pemanfaatan agen hayati dan tanaman refugia organik, mekanisasi pertanian, dan online marketing pertanian sehat,” pungkas Joko. (dse)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *