Dosen UB Bina Produsen Keripik Kentang Batu

TIP FTP Gelar 3 in 1 Program Bersama Australia dan Korea Selatan
Oktober 24, 2019
2nd Generation Tim Riset ARSC: Inovasi Beras Analog dari Tepung Garut Karya Mahasiswa FTP UB
Oktober 25, 2019

Dosen UB Bina Produsen Keripik Kentang Batu

Kota Batu merupakah daerah pertanian sangat potensial untuk pengembangan agroindustri berbasis hortikultura anatar lain kentang dan keripik kentang yang menjadi salah satu tujuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Batu untuk 5 tahun kedepan untuk memberikan prioritas pengembangan pada bidang usaha UKM, pertanian dan pariwisata sebagai fungsi pemberdayaan masyarakat. Sentra penghasil kentang untuk mendukung OVOP adalah Desa Sumberbrantas. UD Mitra Mandiri merupakan paguyuban petani yang menyediakan bibit dan obat untuk budidaya kentang sekaligus sebagai supplier kentang yang membantu dalam distribusi kentang ke pasar. UKM “Rama” dan UKM “Ocegan” merupakan mitra produksi keripik kentang di desa Bulukerto dan Tulungrejo, Kota Batu yang mempunya beberapa permasalahan keterbatasan teknologi dan rendahnya pengetahuan administrasi serta manajemen  untuk perkembangan usahanya.

Karenanya, tim dosen Universitas Brawijaya  yang diketuai Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP. MP dengan anggota Dr. Eng. Widya Wijayanti, ST.MT dan Jaya Mahar Maligan, STP. MP., pun melakukan serangkaian kegiatan pendampingan sepertinya diantaranya :

  1. Pembelian dan Penggunaan Mesin Produksi serta diseminasi teknologinya di UKM untuk transfer alih teknologi dalam proses pengeringan dan penirisan untuk menuju standarisasi produk ekspor minimal negara ASEAN.
  2. Bimtek dan pendampingan tentang  GMPs dan HACCP, Sertifikasi  SNI, Halal dan Manajemen Pasar Ekspor serta implementasi dilanjutkan dengan koordinasi intensif dengan LPPOM MUI dan BSN wilayah Jawa Timur.
  3. Coaching Program  dan Penjajagan Pasar Ekspor ke UPT Pendidikan Pelatihan dan Promosi Ekspor (P3E) Disperindag Jatim.
  4. Supervisi, monitoring dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan yang melibatkan multi pihak baik akademisi, Pemerintah Daerah dan praktisi.

Melalui adanya diseminasi teknologi Pengering Kabinet Rumah Kaca dan Spinner Inverter akan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kinerja produksi keripik kentang serta kualitas produk yang lebih berdayasaing untuk inisiasi pemasaran ekspor. Selain itu  kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan pemahaman bagi UKM keripik kentang tentang standarisasi mutu meliputi GMPs, HACCP, SNI dan sertifikasi halal serta manajemen pemasaran ekspor sebagai supporting UKM untuk naik kelas minimal bisa pemasaran produk ke Negara ASEAN. (dse)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian