Dosen FTP Bina Santri PPMM Muhammadiyah Dau Malang

Dr. Imam Santoso Unggul di Penjaringan Dekan FTP 2019-2023
December 1, 2018
UKM Stik Keju Sawojajar Kembangkan Usahanya dalam Binaan Dosen FTP
December 6, 2018

Dosen FTP Bina Santri PPMM Muhammadiyah Dau Malang

Sebagai perwujudan tridharma perguruan tinggi bidang pengabdian kepada masyarakat, tim dari Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian berikan penyuluhan diversifikasi produk  berbasis hewani pada 11 santri Panti Pesantren Mandiri Mahasiswa Muhammadiyah Mulyoagung Dau Malang, Selasa (27/11/2018).

Tim yang terdiri dari Prof. Yunianta, Dr. Joni Kusnadi dan Dr. Erryana Martati  ini sengaja memberikan penyuluhan kepada Panti Pesantren Mandiri Mahasiswa Muhammadiyah Mulyoagung Dau Malang dengan tujuan untuk memberi pelatihan diversifikasi produk berbasis hewani dan pelatihan berwirausaha. Topik kegiatan didasarkan
pada usaha yang telah dilakukan oleh Panti Asuhan yaitu usaha ayam potong dan budidaya ikan lele.  Pada kegiatan ini, tim dosen FTP  memperkenalkan produk nugget ikan lele dan rambak ikan lele.

Melalui program pelatihan ini diharapkan anggota panti asuhan dapat melakukan pengembangan produk
berbasis hewani untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga dapat  digunakan untuk memperluas jenis usaha. Selain pengarahan penyuluhan, tim juga memberikan modul Teknologi Tepat Guna Pembuatan Produk
Berbasis Ikan Lele dan hibah  seperangkat alat berupa food processor, alat kemas vakum dan panci kukus yang digunakan sebagai modal awal diversifikasi produk.

Dr. Erryana menjelaskan ,” Melalui program ini, kami dampingi para santri untuk mengolah produk berbasis hewani, selain modul dan pemaparan materi, kami juga hibahkan seperangkat alat yang dapat mereka gunakan sebagai modal dasar usaha mereka. Kami juga memilih teknologi pengolahan yang sederhana supaya mudah dipahami oleh peserta. Harapan kami, nantinya  ketrampilan ini dapat  digunakan untuk pengembangan pembuatan produk berbasis hewani lain seperti ayam ataau jenis ikan lain sehingga  pada akhirnya  mampu meningkatkan pendapatan pesantren serta sebagai bekal lulusan pesantren untuk mandiri dan berwirausaha,” pungkasnya. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *