Dosen FTP Bina UKM Keripik Pisang Bumiayu

Timeline Calon Dekan FTP Periode 2019 – 2023
November 5, 2018
Industria Raih Status Jurnal Terakreditasi
November 7, 2018

Dosen FTP Bina UKM Keripik Pisang Bumiayu

Salah satu potensi buah lokal yang ada di Malang dan sekitarnya adalah buah pisang. Pisang selain dapat dikonsumsi dalam bentuk produk segar juga dapat dikonsumsi dalam bentuk olahan. Kandungan pati yang besar dan komponen mikronutrisi lainnya menjadi pilihan konsumen dalam mengkonsumsinya, selain menyehatkan juga mengenyangkan.

Pendayagunaan pisang tidak hanya sebagai makanan untuk buah buahan, tetapi juga sebagai produk olahan yang diperdagangkan di pasar internasional. Salah satu produk olahan pisang yang paling banyak diminati oleh konsumen yaitu keripik pisang. Dewasa ini, peminat dari kripik pisang semakin meningkat sehingga menuntut para produsen untuk melakukan inovasi flavor untuk menambah cita rasa yang diinginkan. Namun tuntutan inovasi rasa yang diinginkan masih belum banyak beredar dipasaran sehingga diperlukan suatu variasi rasa pada produk keripik pisang yang diproduksi.

Melihat hal ini, pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Nur Istianah, ST, MT, M.Eng. melakukan pelatihan dalam pengabdian masyarakat mengenai cara pemanfaatan pisang dalam rangka menjadikan pisang sebagai makanan olahan yang bercita rasa tinggi dan mampu bersaing di pasaran. Pengabdian dengan tema “Peningkatan Mutu dan Pengembangan Produk Keripik Pisang di UKM Keripik Pisang SE Maju Jaya, Kelurahan Bumiayu, Kota Malang” ini dilaksanakan pada hari Jumat, 24 Agustus 2019. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi yakni dengan membuat Keripik Pisang Aneka Rasa (dengan penambahan beberapa rasa seperti coklat, matcha, dan vanilla) dan pemaparan serta penggunaan alat spinner.

UKM Keripik pisang SE Maju Jaya menggunakan bahan baku pisang dari pasar induk Malang. Jenis pisang yang digunakan yaitu pisang raja dengan diameter ±3-4 cm. UKM ini hanya memproduksi keripik pisang original (tanpa pemberian rasa) saja, sehingga pada pengabdian ini, para pekerja UKM dibimbing untuk mengolah keripik pisang dengan penambahan flavor yang berbeda. Sehingga pada akhirnya, dari sisi proses pembuatan keripik pisang pada UKM Keripik Pisang SE Maju Jaya, telah dimodifikasi dengan diberikan sentuhan teknologi pangan seperti penambahan proses seasoning / flavor / rasa-rasa dan lainnya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu serta nilai jual produk dan menambah keanekaragaman produk keripik pisang dari segi rasa.

Selain itu, pada pengabdian ini mengenalkan pekerja UKM keripik pisang terhadap suatu alat berteknologi berupa spinner yang berfungsi untuk meniriskan sisi minyak pada keripik pisang kering (yang telah digoreng dan telah ditiriskan). Selama ini UKM mitra masih melakukan penirisan minyak dengan menggunakan peralatan sederhana sehingga menyebabkan produk keripik pisang yang dihasilkan masih mengandung minyak yang cukup tinggi, mudah timbul rasa tengik, dan memiliki daya simpan relatif rendah (4-5 minggu) dalam kemasan utuh.

Keripik pisang yang sudah dikurangi kadar minyaknya memiliki daya simpan yang lebih panjang. Putaran yang ada pada spinner atau mesin peniris menyebabkan minyak teraktus dari keripik pisang. Semakin kecil kandungan minyak, kecepatan untuk teroksidasi (ketengikan) dari keripik pisang juga semakin rendah. Keripik pisang yang diolah dengan menggunakan spinner memiliki sifat lebih gurih dan renyah. Penggunaan spinner pada keripik dapat mengurangi kadar minyak 7 – 22 % sehingga permukaan keripik menjadi lebih kering, keset, tidak mengkilap, dan tentu saja lebih awet. Penggunaan mesin spinner ini diharapkan dapat memberikan efisiensi waktu proses produksi pada saat meniriskan keripik pisang sehingga diharapkan produk keripik pisang yang telah dihasilkan tidak mengandung minyak dari hasil penggorengan. Hal ini dapat meningkatkan kualitas dan umur simpan produk keripik pisang karena kadar minyak dari kripik pisang sangat rendah

Dengan adanya kegiatan ini, baik penyelenggara maupun UKM, berharap bahwa UKM SE Maju Jaya dapat memproduksi aneka rasa keripik pisang lebih banyak dengan waktu yang lebih efisien. Selain itu, dengan produk yang lebih baik diharapkan UKM tersebut dapat memperluas area pemasaran terutama ke kluster menengah ke atas sehingga dapat meningkatkan profit masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *