Dosen FTP Kembangkan Desa Wisata Bunga Sidomulyo Batu

Jadwal Kuliah Ganjil 2020/2021
Agustus 9, 2020
UB BERSAMA DENGAN UGM, ITB DAN TIM ENHANCE (ERASMUS+) MENYELENGGARAKAN KKN KOLABORATIF
Agustus 19, 2020

Dosen FTP Kembangkan Desa Wisata Bunga Sidomulyo Batu

Terpilihnya desa Sidomulyo Batu yang 80% warganya  merupakan petani bunga dan tanaman hias sebagai Juara Kategori Umum Tingkat Nasional pada Festival Gapura Cinta Negeri 2019 dalam Gapura Sawah Tani sebagai bukti prestasi mengisnpirasi dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, DrSiti Asmaul Mustaniroh untuk mengembangkannya sebagai desa wisata bunga.

Bersama tim dosen yang terdiri dari Aris Subagiyo,ST,MT (FT), Sisca Fajriani,SP,MP (FP) dan Ika Atsari Dewi,STP,MP (FTP), Dr. Siti Asmaul mengembangkan desa Sidomulyo sebagai desa wisata bungan dengan kearifan lokal melalui Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) sebagai salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai oleh DRPM DIKTI dan Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Brawijaya tahun 2020.

Mitra strategis yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Pokdarwis sebapai Penggerak jasa Wisata di Desa Sidomulyo “Go Green Adventure”, Kelompok Tani Tanaman Hias, UKM Batik Sidomulyo dan Pemerintah Desa Sidomulyo. Rangkaian kegiatan yang akan dilakukan meliputi fasilitasi alih teknologi (Pusat Informasi Wisata, Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Desa Wisata dan Mini Instalasi Pengolahan Limbah Batik) yang dilakukan dalam 3 tahun ke depan (2020-2022).

Langkah awal tim ada memfasilitasi pokdarwis desa Sidomulyo untuk melakukan studi banding ke Desa Wisata Tebing Breksi (Yogyakarta) dan Desa Wisata Wanurejo (Borobudur) yang diikuti Pemerintah Desa Sidomulyo, Penggerak PKK, LPMD, BPD, pengelola Rest Area, UKM Batik, Pokdarwis Go Green Adventure dan Kelompok Tani Tanaman Hias.

Bapak Mujimin, S Sos (Manajer dari Dewi Tebing Beksi) menyatakan bahwa pentingnya komitmen dan kemitraan dari Pemerintah Desa dan penggerak wisata dalam hal ini Pokdarwis dalam memajukan usaha pariwisatanya disertai dengan inovasi produk dan jasa yang akan diberikan untuk masyarakat.  Tebing Breksi “yang dulu residu kini menjadi sesuatu” yang luar biasa dan komersial yang bisa dijadikan sebagai salah satu pegangan untuk maju mengembangan wisatanya. Beliau memberikan tips keberhasilan pengelola wisata antara lain sikap gotong royong, musyawarah mufakat, kompak saling percaya dan tindak lanjut yang harus rutin dilakukan. Diperkuat oleh bapak Bendrat dari Manajer Dewi Wanurejo bahwa Desa Wisata sebagai suatu kawasan pedesaan yang menawarkan suasana keaslian pedesaan baik dari segi kehidupan sosial ekonomi, budaya, adat istiadat keseharian dan struktur tata ruang desa yang khas juga selalu mengedepankan kearifan lokal serta memiliki potensi untuk dikembangkan oleh komponen pariwisata. Beberapa strategi yang bisa dilakukan antara lain mengidentifikasi potensi dan atraksi wisata, fasilitas dan insfrastruktur, potensi profil wisatawan dengan mengoptimalkan SDM yang dimiliki oleh desa. Selanjutnya peserta diajak keliling untuk paket edukasi wisata yang ada di Dewi Wanurejo dengan naik VW kemudian mengunjungi UKM BatikLebah Madu, Kopi Luwak, Gula Kelapa, Souvenir dari Kayu, Tanaman hias dan Wisata alam di daerah sekitar candi Borobudur. Harapannya studibanding ini akan memberikan banyak wawasan bagi penggerak DeWi Sidomulyo lebih berdayasaing sebagai salah satu destinasi Kota Wisata Batu yang berbasis kearifan lokal dengan mengunggulkan potensi tanaman hias, bunga potong, batik dan wisata alam  yang eksotik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian