Dosen TIP Dampingi UKM Kripik Pisang Malang

Keren, Mahasiswa FTP Juarai Kompetisi Pangan Se-Asia
Oktober 15, 2020
Dosen FTP Bimbing Manajemen UMKM Marga Rasa
Oktober 20, 2020

Dosen TIP Dampingi UKM Kripik Pisang Malang

UKM Lou Min Tou merupakan salah satu UKM yang memproduksi keripik pisang yang ada di Kota Malang. UKM yang berlokasi di Jl. Kematren III, Kecamatan Sukun, Kota Malang ini mengolah pisang raja menjadi keripik pisang aneka rasa, seperti manis, keju manis, jagung bakar, jagung manis dan balado. Dalam pengembangan usahanya UKM mengalami beberapa kendala antara lain kemasan produk tidak terekat rapat, label kemasan kurang menarik, berat produk tidak standar, dan produk masih mengandung cukup banyak minyak. Selain itu, UKM juga belum menerapkan GMPs dan sanitasi produksi dengan baik­, serta belum melakukan pencatatan produksi dan pembukuan keuangan usaha secara tertib dan benar. Keterbatasan peralatan produksi yang dimiliki UKM menyebabkan kapasitas produksi kecil dan kualitas produk tidak optimal, sedangkan keterbatasan pengetahuan dan wawasan pemilik UKM tentang pengelolaan usaha seperti pencatatan kegiatan produksi dan pembukuan keuangan usaha, pemahaman tentang GMPs dan sanitasi produksi, kemasan yang marketable, menjadikan UKM sulit berkembang dan berdaya saing.

Melihat beberapa kendala yang dihadapi UKM Lou Min Tou tersebut, empat Dosen Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Brawijaya melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui beberapa program pelatihan dan pendampingan. Keempat dosen tersebut adalah Wendra G. Rohmah, STP, MP; Riska Septifani, STP, MP; Vitta Rizky Permatasari, STP, M.Si; dan Dhita Morita Ikasari, STP, MP. Dalam kegiatan ini keempatnya juga melibatkan mahasiswa antara lain Rosita Andriyani (TIP 2017), Maulidia (TIP 2017), Firjatullah Mufida (TIP 2017) dan Opit Nur Arifin (TIP 2017) dengan tujuan memberikan pengalaman nyata dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan antara lain Teknologi perbaikan kinerja pengemasan dengan alih teknologi re-design kemasan dan inovasi kemasan; Perbaikan standarisasi produk, keamanan pangan, CPPOB dan Sanitasi; Peningkatan kapasitas produksi dengan fasilitasi peralatan produksi serta pelatihan pencatatan kegiatan produksi dan pembukuan keuangan usaha; dan Peningkatan kualitas produk dengan alih teknologi peniris minyak. Kegiatan pelatihan dan pendampingan tentang kemasan yang marketable, keamanan pangan, Good Manufacturing Practices (GMPs), sanitasi produksi, pencatatan produksi dan pembukuan keuangan usaha pada kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan pelaku UKM dalam memproduksi produk olahan pisang yang aman, bermutu dan kompetitif. “Tujuan re-design label kemasan dan perbaikan kemasan produk menggunakan kemasan plastik bening yang lebih tebal yang dilengkapi dengan ziplock ini agar produk lebih menarik dan awet” tutur Dhita Morita Ikasari. Riska Septifani menambahkan bahwa keamanan pangan merupakan isu strategis yang harus diperhatikan oleh pelaku UKM terutama UKM yang mengolah makanan, sehingga pengetahuan tentang CPPOB dan sanitasi produksi itu wajib dipahami oleh para pelaku usaha.

Selain memberikan pelatihan dan pendampingan, keempat dosen tersebut juga memberikan bantuan beberapa peralatan penunjang produksi berupa kompor, wajan penggorengan, toples kedap udara untuk penyimpanan produk sebelum dikemas, spinner, timbangan digital, handsealer, dan peralatan GMPs seperti celemek, hairnet, masker, dan sarung tangan. “Bantuan peralatan produksi seperti kompor, wajan penggorengan, toples kedap udara tempat penyimpanan produk sebelum dikemas, spinner, timbangan digital, handsealer kami berikan kepada UKM dengan harapan kegiatan produksi UKM dapat berjalan lancar tanpa terganggu akibat keterbatasan peralatan produksi sehingga kapasitas produksi keripik pisang dapat meningkat, dan tentunya dengan mutu produk yang lebih baik”, jelas Wendra G Rohmah selaku salah satu ketua tim pengabdian kepada masyarakat. “Mesin peniris minyak (spinner) ini diberikan untuk mengurangi kadar minyak yang terikut dalam keripik pisang, sehingga keripik pisang yang dihasilkan renyah, enak, dan tidak mudah tengik sehingga umur simpannya lebih lama”, imbuh Vitta Rizky Permatasari. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang didanai dari Dana PNBP FTP Universitas Brawijaya Tahun Anggaran 2020 ini diharapkan dapat menjadi motivasi UKM Lou Min Tou untuk makin mengembangkan usahanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian