Dosen UB Ajarkan Foto Produk di Desa Wisata Sidomulyo

Dosen FTP Kenalkan Hidroponik di SMPN 1 dan SMPN 5 Karangploso
September 18, 2021
Pendampingan Penulisan Draft Paten 2021
September 24, 2021

Dosen UB Ajarkan Foto Produk di Desa Wisata Sidomulyo

Tampilan produk yang menarik merupakan salah satu strategi akselerasi pemasaran produk secara visual dengan menampilkan produk secara spesifik  sekaligus menarik dipandang. Saat ini, masyarakat maupun pelaku usaha sangat familiar dalam penggunaan telepon seluler (handpone) untuk kepentingan eksplorasi aktivitas kegiatannya.  Foto produk yang menarik juga berpotensi meningkatkan keinginan masyarakat untuk membeli produk yang dijual secara online sehingga makin dikenal masyarakat. Melalui kegiatan Doktor Mengabdi yang diketuai oleh Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, STP,MP bersama tim  berkolaborasi dengan KKN Tematik dari LPPM Universitas Brawijaya  dengan PIC Kharisma Eka Shofyana  di Desa Wisata Bunga Sidomulyo,  Batu, dilakukan kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan fotografi produk unggulan yang berbasis kearifan lokal, dalam hal ini tanaman hias, batik dan jasa destinasi wisata.  Menghadirkan narasumber Rizki Dewantara, MAP  selaku pengamat digital creator multimedia yang menjelaskan ada 9 tips dan trik untuk membuat fotografi produk menggunakan HP, kegiatan ini diikuti mitra strategis DM UB terdiri dari UKM Batik Tulis Sidomulyo, Gapoktan Kokedama dan Pokdewis Desa Sidomulyo, Batu.

Dalam paparannya Rizki menjelaskan pentingnya latar polos dan netral yang akan menonjolkan produk sekaligus memberi kesan cerah produk .

“Tips pertama untuk foto produk adalam pemilihan latar atau background.  Sebaiknya gunakan background foto yang polos dan berwarna netral seperti putih. Kelebihan dari warna putih yaitu akan menonjolkan sisi detail dan memberi kesan cerah dari produk. Selain itu tak ada salahnya menggunakan model untuk menjadi salah satu daya tarik visual. Pencahayaan juga faktor penting yang tidak boleh diabaikan.  Pencahayaan menjadi penentu utama bagus tidak hasil foto yang diambil. Karena kamera HP tidak se-sensitif kamera DSLR, sehingga diperlukan  cahaya yang cukup terang saat akan memfoto objek,” jelasnya.

Lebih lanjut Rizki juga menjelaskan tentang kesesuaian tema, pengaturan setting , sudut pandang , perbesaran yang menurunkan resolusi foto, serta penggunaan aplikasi pendukung termasuk watermark untuk menandai sumber foto.

Sementara itu, Safa Kevino, salah satu petani bunga hias yang juga ketua Gapoktan Kokedama Sidomulyo sekaligus peserta bimtek menyatakan, “Terimakasih untuk tim UB. selama pandemi yang sudah berlangsung sejak awal 2020 ini kami dan para pelaku usaha umumnya menggunakan fasilitas online. Dengan sarana sederhana yang hampir dipunyai semua orang yaitu HP, kami  optimis produk yang dipasarkan di medsos akan lebih menarik minat pelanggan dengan teknik fotograsi yang sesuai. Terimakasih UB,” pungkasnya . (dse)

 

 

 

#doktormengabdi
#lppmub
#temanub

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian