Dosen UB Kembangkan Agro Techno Park Berbasis Produk Hortikultura

Study Banding Mahasiswa THP di Kebun Teh Wonosari, PTPN XII: Tingkatkan Pengetahuan Praktek Nyata
Oktober 28, 2019
Pembukaan Pendaftaran Beasiswa Bakti Brawijaya
Oktober 29, 2019

Dosen UB Kembangkan Agro Techno Park Berbasis Produk Hortikultura

Sebagai akademisi dosen dituntut untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, antara lain 1. Pendidikan, 2. Penelitian dan Pengembangan, 3. Pengabdian Pada Masyarakat. Ketiganya harus seimbang dan terlaksana dengan berkelanjutan. Melihat dari rendahnya harga jual nanas saat panen raya serta rendahnya edukasi petani terhadap diversifikasi olahan produk nanas, melatarbelakangi Tim Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya untuk melakukan pengabdian masyarakat pada Kelompok Wanita Tani (KWT) nanas di Desa Wonorejo Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Melalui Hibah Program Doktor Mengabdi 2019 dari LPPM Universitas Brawijaya, Tim Dosen dari Universitas Brawijaya yang terdiri dari Dr. Ir. Ary Mustofa Ahmad., MP.,  selaku ketua kegiatan, Sugiono, ST., MT., Ph.D., Sri Palupi Prabandari, SE., MM., Ph.D., dan Vitta Rizky Permatasari, STP., M.Si., memanfaatkan kesempatan ini untuk menfasilitasi dan mengedukasi KWT nanas di Kecamatan Plosoklaten. Tujuannya adalah untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan berbasis potensi unggulan secara energi, mulai dari proses penanganan pasca panen, inisiasi teknologi pengolahan nanas, dan pemasaran produk olahan nanas sehingga diharapkan mampu menciptakan icon unggulan daerah berdasarkan One Village One Produk (OVOP).

Dengan program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan tahun sebelumnya oleh Ary dkk, KWT telah dikenalkan dengan pengolahan sirsak menjadi tepung sirsak. Sebuah alat penepungan telah dihibahkan untuk KWT agar mereka dapat mengkonversi buah sirsak menjadi tepung sirsak. Pada tahun 2019 ini tim DM mencoba melakukan inisiasi dan pengembangan ATP yang diawali dengan melatih KWT dalam mengolah nanas menjadi beberapa produk seperti sari buah, sirup, jelly drink dan sambal. Pendampingan intensif dilakukan setiap dua minggu sekali sampai KWT mampu memproduksi olahan nanas secara mandiri. Kemudian, KWT juga di dorong mengikuti berbagai pameran produk yang diadakan oleh PemKab Kediri (30 Agustus 2019).

Tim dosen menyediakan alat penutup botol otomatis serta bahan-bahannya agar dapat langsung digunakan oleh KWT untuk memproduksi olahan nanas, dengan dibantu oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Brawijaya selama satu bulan. Dalam kegiatannya, mahasiswa melakukan pendampingan mulai dari produksi, pengemasan, hingga pemasaran.

Tidak hanya pendampingan produksi, tim DM juga melakukan kerjasama dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri untuk mewujudkan Agro Techno park (ATP) Di Kabupaten Kediri. Universitas Brawijaya memiliki lahan seluas 20 hektar  yang berada di Desa Plosoklidul yang belum diolah dengan benar. Harapan tim DM, selain dapat meningkatkan perekonomian KWT Plosoklaten, inisiasi dan pengembangan ATP berbasis produk hortikultura seperti nanas dapat menjadi pemasukan tambahan bagi Universitas Brawijaya. Menurut Farid (DinasKop dan UMKM Kediri), hasil produksi nanas di Kabupaten Kediri sangat besar tapi hanya dijual dalam bentuk segar, selain itu limbah daun nanas juga tidak dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, Bupati Kabupaten Kediri sangat mendukung program inisiasi dan pengembangan ATP ini dengan memanfaatkan potensi nanas mulai dari hulu hingga hilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian