Dosen UB Kembangkan Potensi Wisata Labu Madu di Kediri

Fit and Proper Test Calon Ketua Himpunan Himalogista 2020
November 27, 2019
Inovasi Teknologi Pengering Kabinet Rumah Kaca bagi UKM Keripik Kentang Kotatif Batu
November 30, 2019

Dosen UB Kembangkan Potensi Wisata Labu Madu di Kediri

Desa Toyoresmi, Kabupaten Kediri merupakan sentra budidaya labu madu (Cucurbita moschata) yang sangat potensial. Desa Toyoresmi memiliki total ±1600 tanaman labu madu yang tersebar di seluruh wilayah desa. Hasil panen labu madu di Kampung Wisata Labu Madu Desa Toyoresmi ini diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual yang tinggi, baik untuk beberapa UKM maupun untuk kampung wisata di daerah itu sendiri.Produk olahan pangan yang dibuat di Kampung Wisata Labu Madu Terpadu Desa Toyoresmi Kabupaten Kediri terbilang masih sedikit yaitu sari labu madu, labu madu oven, stik labu madu, dan kembang goyang. Area Kampung Wisata Labu Madu Terpadu Desa Toyoresmi Kabupaten Kediri sebesar 25 x 7 m2. Usaha yang didirikan sejak tahun 2016 ini bisa memiliki produktivitas mencapai 2,5-5 kuintal per hasil panen. Budidaya labu madu dilakukan sekitar 4 bulan kemudian 2 minggu setelah budidaya dapat dilakukan pemanenan. Umur simpan labu madu juga relatif lama yaitu sekitar 6 bulan setelah dipanen.

Melalui Program Hibah Doktor Mengabdi (PKM) yang didanai oleh LPPM Universitas Brawijaya tahun 2019, Dr. Eng. Evi Kurniati, STP, MT (Dosen Jurusan Keteknikan Pertanian FTP UB), bersama dengan Dr. Ir. Agustina Shinta HW, MP (Dosen Jurusan Agribisnis FP UB), Aris Subagio, ST, MT (Dosen Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota, FT UB) dan Riska Septifani, STP, MP  (Dosen Jurusan Teknologi Industri Pertanian, FTP UB) memberikan solusi tepat melalui pendampingan pengembangan usaha. Dalam kegiatan ini juga diberikan bantuan teknologi tepat guna berupa: mesin penepung labu, mesin pemasak, penyaring, dan pengemasan terpadu untuk minuman sari buah labu madu, dan mesin spinner untuk produksi stik dan kembang goyang.

“Bantuan mesin-mesin pengolah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi produk-produk olahan labu madu.” Menurut Dr. Eng. Evi Kurniati, STP, MT selaku ketua tim. Selain difasilitasi tiga jenis mesin, tim dosen dari Universitas Brawijaya (UB) ini juga memberikan bimbingan teknis dan pendampingan kepada pengelola kampung wisata labu madu antara lain tentang sistem pertanian organik, sistem produksi, cara proses produksi yang baik (CCPOB) atau Good Manufacturing Practices (GMP), manajemen pengelolaan usaha, administasi dan pencatatan keunagan usaha, standar jaminan mutu produk, pemasaran usaha, dan perencanaan kampung wisata edukasi labu madu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian