Abon Cabai Karya KKN Mapres FTP UB Laris Manis

FTP Students Win Champion in HI-BIG 2019
Januari 7, 2020
PENGUMUMAN KPRS SEMESTER GENAP TA 2019/2020 FTP UB
Januari 24, 2020

Abon Cabai Karya KKN Mapres FTP UB Laris Manis

Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya adakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi Mahasiswa Berprestasi (06 – 21/01/2020) di desa Pagerwojo – Kesamben – Blitar. Agenda utama kegiatan tersebut adalah mengolah komoditas lokal guna menjadi potensi daerah yang bernilai tinggi.
Selama ini Desa Pagerwojo memiliki potensi cabai yang sayangnya hanya dijual segar sehingga nilainya menjadi turun saat panen melimpah. Karenanya kedua puluh empat mahasiswa peserta KKN MAPRES FTP berinovasi untuk mengolah cabai tersebut untuk dijadikan abon yang memiliki umur simpan lebih lama, dan berharga tinggi.
“Tak hanya mengajarkan kelompok PKK bagaimana mengolah cabai menjadi abon, kami juga menghibahkan satu unit oven pengering berkapasitas 3 kg pada desa Pagerwojo untuk memudahkan mereka berproduksi selanjutnya. Selain itu kami ajarkan juga teknik packaging yang baik dan menarik serta pemasarannya baik secara online dan offline . Bahkan kami uruskan juga izin PIRT nya. Jadi ibaratnya kami ini membimbing mereka mulai dari hulu ke hilir. Mulai dari Cabai segar hingga sudah berbentuk abon cabai bahkan termasuk menjualnya juga, ” demikian dipaparkan Walid Multazam, ketua KKN Mapres FTP yang merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Industri Pertanian angkatan 2017 ini.
Untuk 1 kilogram campuran cabai besar dan rawit dengan perbandingan 2:1 ini dapat menghasilkan 8 botol abon cabai berukuran 30gram yang tahan hingga 8 bulan lamanya dalam suhu ruang.
“Alhamdulillah kegiatan kami ini meninggalkan oleh oleh yang berguna bagi masyarakat desa. Sebab selain memperpanjang umur simpan cabai, produk ini juga berpotensi menjadi oleh oleh khas desa Pagerwojo. Kami juga sengaja memberi merk UWECO yang berarti enak dalam bahasa Jawa agar mudah diingat dan sesuai dengan rasanya. Terdapat tiga varian rasa yaitu original, ebi dan teri. Alhamdulillah produk kami ini laris manis di pasaran. Bahkan tak hanya produk abon cabainya saja yang laris, tetapi kami juga laris mendapat undangan untuk memberi pelatihan atau mengadakan program sejenis di desa lain. Awalnya kami hanya memberi pelatihan kepada ibu ibu anggota PKK untuk menambah pemasukan, tetapi saat ini kami juga mengajari para karang taruna, petani hingga berbagai kelompok masyarakat lain. Padahal selain program pengolahan ini, kami juga memiliki program lain di KKN seperti misalnya pendidikan bagi para siswa SD. Jadi lumayan agak susah bagi waktunya, hahaa.. Tapi alhamdulillah kami sangat bersyukur program kami ini diterima dengan baik oleh desa Pagerwojo bahkan terbukti mampu meningkatkan pendapatan perkapita desa setempat karena abonnya laris manis,” tambahnya lagi.
Adapun Mujiadi, kepala desa Pagerwojo – Kesamben – Blitar menyampaikan kesannya,”Terimakasih untuk adik adik KKN dari FTP UB yang telah bersedia berbaur bersama warga desa dan meninggalkan oleh oleh yang cukup berharga berupa teknologi pengolahan Abon Cabai sebagai oleh oleh khas desa kami sekaligus berpotensi menambah income masyarakat. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi desa kami. Semoga program ini tidak berhenti sampai disini. Kami tunggu program program selanjutnya. Semoga membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi semua,” pungkasnya. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian