Mahasiswa TEP FTP Bantu Petani Padi dengan Pita Tanam Organik

Morfin, Filter Sari Buah a la TEP FTP
Juni 12, 2014
Jadwal Ujian Akhir Semester Genap 2013/2014
Juni 16, 2014

Mahasiswa TEP FTP Bantu Petani Padi dengan Pita Tanam Organik

Seiring permintaan komoditi pangan yang semakin tinggi, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan produktifitas tanaman padi. Tetapi fakta dilapangan justru menunjukkan banyak permasalahan dalam dunia pertanian terutama pada budidaya tanaman padi. Bermula dari sistem tanam padi transplanting (sistem tebar benih padi secara konvensional-red) yang memerlukan banyak tenaga kerja,  proses penanaman yang membutuhkan waktu dan jumlah air yang cukup banyak, sementara jumlah ketersediaan air dalam bidang pertanian semakin menurun. Semua problematika diatas mengakibatkan produktifitas padi menurun. Selain itu, adanya  tanaman pengganggu (gulma) ternyata tumbuh lebih cepat dari pada padinya.

Hal inilah yang mendasari melatari kelima mahasiswa Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (TEP FTP) membuat  pita tanam organik sebagai mulsa (penutup tanah-red) pada sistem tanam padi aerobic. Kelimanya adalah Zunanik Mufidah, Elka Musyarofatunnisa, Jimmy Olsanaya Mantong, Rully Laksmana Ilyasa dan Prasti Eka Lutfiani dibawah bimbingan Dr. Ir. Gunomo Djojowasito, MS., dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Penelitian (PKM-P).

Jimmy menjelaskan Pita tanam organik yang digunakan terdiri dari dua lapisan yaitu lapisan atas (stabil) yang dibuat dari eceng gondok dan pelepah pisang serta lapisan bawah (labil)  berbahan dasar eceng gondok, pelepah pisang dan paitan (sejenis rerumputan yang tumbuh disekitar tanaman pisang-red). Sedangkan proses pembuatannya sangatlah mudah sepertipada prinsip pembuatan kertas.

“Selama pelaksanaan penelitian kami dalam dua bulan ini, pita tanam organik dapat digunakan sebagai mulsa atau penutup tanah. Dengan demikian akan mencegah gulma tumbuh disekitar tanaman padi sehingga tidak mengganggu pertumbuhannya. Selain itu aplikasi pita tanam ini juga dapat mengurangi evaporasi lahan pertanian,” demikian dituturkan Zunanik selaku ketua tim.

“Terbukti pula padi yang ditanam dengan pita organik ini lebih berkualitas tanpa memerlukan banyak tenaga kerja.  Pita tanam ini juga mampu mencegah penguapan air sehingga kelembapan dan kadar air lahan pertanian tetap terjaga,” tambah Prasti Eka melengkapi.

Besar harapan kedepannya penelitian ini dapat dipatenkan sebagai karya anak bangsa dan masyarakat akan merespon positif adanya penemuan tersebut sebagai solusi atas permasalahan yang ada. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian