FGD Konsorsium Bioteknologi Indonesia di FTP

Jadi satu Satunya Wakil Jawa Timur, Mahasiswa FTP Terpilih sebagai Empat Terbaik WMM 2018
September 16, 2018
Jadwal UTS Ganjil 2018/2019
September 24, 2018

FGD Konsorsium Bioteknologi Indonesia di FTP

Konsorsium Bioteknologi Indonesia mengadakan Focus Group Discussion bertema “Penguatan Implementasi Bioteknologi Pertanian dalam Mendukung Kemandirian Pangan,” Senin (17/09/2018) di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.  Menghadirkan pembicara dari kalangan legislatif dan ilmuwan nasional, FGD dengan moderator Dr. Mastur dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia ini dihadiri oleh enam puluh lima perwakilan berbagai instansi dan universitas se Indonesia.

Beberapa narasumber yang hadir diantaranya adalah Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si. (anggota DPR RI) yang memaparkan kebijakan yang mendukung kemandirian pangan nasional; Dr. Tri Djoko Santoso (BALITPRO) dengan materi tentang kemampuan peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional; Dr. Bambang Purwantara (FKH – Institut Pertanian Bogor) yang menjelaskan tentang kemampuan penyediaan protein untuk masyarakat serta Profesor  Bambang Sugiharto (Universitas Jember) dengan paparannya yang bertema peluang dan tantangan penguatan riset untuk mendukung kemandirian pangan.

Dalam sambutannya, Ketua Konsorsium Bioteknologi Indonesia, Dr. Siswa Setyahadi menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menbuat semacam database tentang perkembangan Bioteknologi di Indonesia. Selain itu KBI juga ingin memberikan rekomendasi terkait penguatan implementasi bioteknologi pertanian dalam mendukung kemandirian pangan pada para anggota legislatif Indonesia.

Sementara itu, selaku tuan rumah Dekan FTP, Dr. Ir. Sudarminto Setyo Yuwono,M.App.Sc. menjelaskan bahwa FGD KBI ini merupakan salah satu rangkaian event akbar tahunan FTP. “Selamat datang untuk semua peserta FGD Bioteknologi. Mohon maaf jika terdapat kekurangan disana sini karena disaat yang bersamaan di minggu ini FTP UB lagi punya gawe besar. Selain KBI, kita juga ada Pertemuan Pengurus Persatuan Mikrobiologi Indonesia (PERMI), kemudian adapula agenda Forum Komunikasi Perguruan Tinggi – Teknologi Pertanian Indonesia yang membahas perubahan nama prodi dan gelarnya. Selain itu lalu ada pula kegiatan tentang  kerjasama antara Indonesia dengan Thailand, Filipina dan Jepang. Lalu puncaknya adalah kedatangan sekitar 400 dari tujuh negara yang dalam konferensi ilmiah International Conference on Green Agroindustry and Bioeconomy (ICGAB) 2018,” pungkasnya. (dse)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian