FTP Gelar Seminar Internasional Robotic

Seminar Internasional Robotic for Bioproduction System & Agriculture, Gratis!
Oktober 25, 2013
Mahasiswa Yudisium 31 Oktober 2013
Oktober 31, 2013

FTP Gelar Seminar Internasional Robotic

_MG_4922Seiring perkembangan teknologi yang kian moderen, sistem automatisasi di banyak segi telah dilakukan untuk membantu mempermudah aktivitas manusia dalam meningkatkan produktivitas. Kini, proses produksi yang serba automatis harus dilakukan produsen dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin kompleks, bukan lagi bertahan pada sistem konvensional atau manual yang dinilai tidak tidak effisien dan effektif.

Karenanya perkembangan automatisasi setiap fase dalam proses produksi kini kian pesat dan menjadi point of interest khususnya dalam perkembangan teknologi pertanian. Robotisasi dalam proses produksi makanan , bio-instrumentasi untuk ternak dan budidaya ikan dan sebagainya telah banyak dijumpai di banyak negara.

Demikian dikatakan Professor Naoshi Kondo dari Division of Envirommental Science and Tecnology Universitas Kyoto Jepang, saat menyampaikan materi berjudul Robotic for Bioproduction and Plant Factory in Japan pada seminar internasional bertajuk Robotic for Bioproduction System and Agriculture, di gedung Widyaloka, Selasa (28/10) siang .

Mengingat sistem konvensional atau manual dinilai relatif memakan biaya besar dan waktu yang lama. Maka dibuatlah berbagai penelitian Fundamental, seperti identifikasi substansi dan pengukuran sifat fisik produk pertanian dan makanan dengan menggunakan suara, gelombang elektromagnetik, dan evaluasi kualitas non-destruktif dan penerapan teknologi yang berkelanjutan.

Dipaparkan ketua laboratorium Bio Sensing Engineering, Kyoto Jepang ini , robotisasi atau proses otomatisasi menggunakan mesin dengan control pada bidang pertanian dapat diaplikasikan pada automatisasi fasilitas pertanian seperti aktivitas pada greenhouse, aktivitas proses pemilihan bibit, panen dan teknologi pasca panen.

Atau pada budidaya ikan dengan menciptakan alat sensoring untuk mensortir ukuran ikan berdasarkan volume ikan secara otomatis serta mesin penditeksi telur digunakan untuk mensortir telur sesuai tingkat kepadatan cangkang telur, ukuran, kualitas kuning telur. Sensor yang digunakan adalah gelombang Terahertz dengan pendekatan elektro dan photonic . Dimana gelombang ini mempunyai karakteristik antara lain, mudah diserap, mudah penangannya, mempunyai resolusi spasial yang wajar, aman bagi manusia dan memiliki tingkat kepekaan/ sensitivitas yang tinggi terhadap air.

Pengembangan aplikasi teknologi robotic di Indonesia mulai di gunakan.  Seperti yang dilakukan oleh pemda Surabaya dalam mengatur     Pada seminar internasional yang digagas Jurusan Keteknikan Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universtas Brawijaya ini , Kondo juga mengajak mahasiswa UB untuk datang ke universitas Kyoto yang tengah membuka lebar kesempatan untuk penelitian bersama ataupun program pertukaran mahasiswa maupun belajar tanpa ada tes tulis atu undangan. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan teknologi dan penyebaran ilmu pengetahuan dan kaitannya dengan permasalahan kesediaan pangan di Asia pada masa mendatang. “Siapa yang dapat menyediakan pangan di negara Asia? Apakah Western atau Ameriak Serikat atau eropa? Yang dapat menyediakan makanan di Asia tak lain adalah negara Asia itu sendiri. Karenanya mari bekerjasama untuk pangan kita, hidup kita dan lingkungan kita,” lugas lelaki yang ramah dan santun ini. Diungkapkanya, harapan kepada mahasiswa program sarjana maupun pasca sarjan khususnya di UB untuk lebih antusias dan intens ikut berpartisipasi melakukan penelitian bersama memajukan agroindustri khususnya terkait perkembangan teknologi pertanian. [elr]

_MG_4915

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian