FTP Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0 dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Lulusan dan Penerapan di Industri

Terdepan Dalam Berinovasi FTP UB Resmikan Laboratorium Uji Sensoris dan Pangan Terapan
April 11, 2019
Earth Love: Aksi Sosial Lingkungan “Penanaman Bibit Mangrove untuk Mencegah Abrasi Pantai di Pantai Tamban”
April 12, 2019

FTP Gelar Seminar Revolusi Industri 4.0 dalam Upaya Meningkatkan Kompetensi Lulusan dan Penerapan di Industri

Penyerahan cinderamata oleh Wakil Dekan I FTP kepada Asep Noor, STP (General Manger Indolakto Purwosari) selaku pembicara pada seminar Revolusi Industri 4.0 yang digelar pada Rabu (10/4)

Dewasa ini revolusi Industri 4.0 sudah merambah masuk pada dunia industri seiring dengan perkembangan teknologi informasi, tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Hal yang dapat dirasakan oleh seluruh penduduk dunia adalah kemajuan bertukar informasi dengan internet. Semua jaringan ini saling terkoneksi satu dengan yang lain. Internet of Things mengakar kuat pada berbagai aspek dalam industri sebagai akibat dari berkembangnya teknologi informasi. Kemajuan teknologi juga menciptakan 1001 sensor baru, dan 1001 cara untuk memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut yang merekam segalanya selama 24 jam sehari.

Asep Noor, STP yang merupakan General Manager PT. Indolakto, Purwosari mengungkapkan bahwa bukan tidak mungkin jika tenaga manusia digantikan dengan robot, hanya saja ada berbagai aspek yang tidak bisa robot lakukan, yaitu soft skill. Perubahan teknologi yang ada dapat berimbas pada perubahan lingkungan, kompetensi dan kurikulum pendidikan.

“Soft skill yang harus di kembangkan oleh mahasiswa untuk dapat bersaing di dunia industri meliputi kreativitas, digital mindset, berfikir kritis, berani berbeda, observer, cepat beradaptasi dan responsif terhadap perubahan dan inklusif. Hal tersebut mudah di dapatkan jika mahasiswa aktif berorganisasi” ungkap Asep Noor selaku pembicara pada seminar tersebut. Asep Noor juga menyatakan bahwa PT. Indolakto sudah menerapkan Revolusi Industri 4.0 sejak lama. Bukan hanya sebuat trend namun kebutuhan. Hal ini disebabkan karena pola perilaku konsumen yang berubah seperti konsumen semakin kritis terhadap aspek food quality dan food safety. Oleh karena nya banyak industri, khususnya industri pangan yang menerapkan automation system untuk memenuhi tuntutan konsumen. Manfaat yang didapat dengan mengimplementasikan Revolusi Industri 4.0 adalah dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap keamanan pangan, mengurangi biaya produksi serta meningkatkan treacibility dan efisiensi.

Asep menambahkan untuk mendapatkan SDM yang kompetitif dalam industri 4.0, kurikulum pendidikan harus dirancang agar luarannya mampu menguasai literasi baru. Luaran tersebut diantaranya adalah literasi data, yaitu kemampuan membaca, menganalisi dan memanfaatkan informasi big data dalam dunia digital. Selain itu literasi teknologi adalah memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi. Terakhir adalah literasi manusia, humanities, komunikasi dan desain yang bertujuan agar manusia dapat berfungsi dengan baik di lingkungan yang semakin dinamis.

Mahasiswa Indonesia dituntut untuk mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan responsivitasnya terhadap perubahan yang ada. Karena pada dewasa ini, lulusan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya berkompetisi dengan sesama lulusan dalam negeri namun juga luar negeri. (Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian