FTP Siap Jadikan Malang Silicon Valley of Indonesia

Sosialisasi Google Scholar
Agustus 15, 2017
Dekan FTP UB Beri Arahan Panitia PK2Maba FTP 2017
Agustus 17, 2017

FTP Siap Jadikan Malang Silicon Valley of Indonesia

“Malang tidak hanya menjadi kota pendidikan, tetapi kedepan juga harus menjadi kota inovasi. Apalagi melihat hasil karya adik adik dan sambutan yang sangat bagus dari pemerintah serta para investor yang hadir barusan. Saya yakin jika ada Silicon Valley di Amerika Serikat, maka FTP siap jadikan Malang sebagai Silicon Valley-nya Indonesia,” demikian dikatakan Wakil Dekan III Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Yusuf Hendrawan, STP.M.App.Life.Sc.Ph.D. dalam Lokakarya Implementasi Produk Teknologi Kearah Komersialisasi” Selasa (15/08/2017).

Lokakarya Implementasi Produk Teknologi Kearah Komersialisasi merupakan kegiatan yang digelar dalam rangka inisiasi pembentukan inkubasi bisnis di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Hal ini dilakukan mengingat belum adanya inkubator bisnis khusus yang mewadahi inovasi alat dan teknologi mahasiswa di lingkungan Universitas Brawijaya selama ini. Padahal berdasarkan raihan hak paten dan hasil uji laboratorium, alat alat inovasi temuan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian terbukti bermanfaat dan memiliki daya jual. Lokakarya ini terbukti berhasil memfasilitasi para investor dan pemerintah terhadap para mahasiswa inovator FTP  pada  dunia usaha.

Hal ini dibuktikan oleh tanggapan para investor dan perwakilan pemerintah yang hadir usai presentasi kelompok mahasiswa yang terdiri dari Coboy, Smart Comic, B-Protect, Elegan Cafe, Monster, Pilator, Normex, M-Naver dan Inuvine. Dra Rukayah, MSi dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang menanggapi, “Alat alat ini bagus dan inovatif sekali, seperti penyimpan santan segar yang bisa tahan jauh lebih lama meski tanpa pengolahan apapun, itu kan sangat berguna bagi industri makanan, Atau pendeteksi bakteri yang kompak dan praktis itu juga sangat inovatif, Juga alat alat lain ini semuanya bagus. Saya yakin ini bisa dilempar ke publik, tergantung apakah kalian sebagai mahasiswa sudah siap atau tidak,” paparnya.

Senada dengan Dra Rukayah, MSi, kalangan investor yang hadir juga memberikan tanggapan positif. Reynaldo Junaedi, STP., salah satu investor dari PT. ALKA dan Hadi Apriliawan, STP, MP.  dari PT. Maxzer Solusi Steril bahkan menyatakan siap untuk kerjasama lebih lanjut. “Alat alat ini tadi semuanya unik dan inovatif. Sangat berguna di masyarakat dan berpeluang bagi industri. Pintu saya terbuka lebar bagi adik adik yang ingin mengembangkan inovasinya lebih lanjut,” pungkasnya. (dse)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian