Guru Besar FTP Pembicara di Konfrensi International Halal Thoyyib Industry & Research

PENGUMUMAN PENDAFTARAN PKL SEMESTER GENAP T.A. 2013/2014
Februari 20, 2014
HIMATETA dan BEM FTP Peringati Hari Sampah Nasional 2014
Februari 21, 2014

Guru Besar FTP Pembicara di Konfrensi International Halal Thoyyib Industry & Research

download (1)Salah satu Guru Besar di Fakultas Tekologi Pertanian, Profesor Dr. Ir. Simon Bambang Widjanarko, M. App. Sc. menjadi pembicara pada The 1st International Conference on Halal Thoyyib Industry and Research yang diselenggarakan Halal Thoyibb Science Center UB di Widyaloka Convention Hall Universitas Brawijaya, Kamis (20/2/2014).

Pada Konfrensi internasional yang mengangkat tema Halal Industry and it’s Challenges Toward Global Safety and Prosperity ini, mempresentasikan tentang keamanan pangan berkaitan kehalalan Pangan, dilihat dari sudut pandang keamanan, sertifikasi dan akreditasi. Prof. Simon , demikian dia disapa, mengatakan bahwa kehalalan pangan tak lepas dari keamanan pangan karena keduanya saling berkaitan. Dikemukakan, sebenarnya konsep pangan Halal dan Thoyyib terkait dengan keamanan pangan, sebuah issue strategis pada ranah ilmu pangan internasional.

Dikatakannya, pangan yang halal (tidak haram, red) juga harus thoyib (baik,red), sedangkan pangan yang thoyyiban sudah pasti halal. Mengkonsumsi pangan halal identik dengan meng konsumsi pangan yang aman. Karena definisi good food (makanan yang baik,red) menurut ilmu pangan adalah pangan yang cocok, aman dan berguna bagi manusia. Hal ini menunjukkan kehalalan pangan berbading lurus dengan keamanan pangan.

Dipaparkannya, fokus bahasan keamanan pangan sendiri adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

“Disinilah pentingnya mengkaji tentang keamanan pangan. Sehingga konsumen paham bagaimana pangan yang tercemar menyebabkan gangguan pencernaan seperti paratypus dan tifoid,“ ujarnya.

Salah satu hal yang paling penting dilakukan adalah menyebarluaskan tentang keamanan pangan bagi masyarakat guna meningkatkan membangun kesadaran konsumen. Konsumen harus tahu dan memahami bahwa penyakit karena pangan disebabkan oleh bahaya kimia, bahaya biologi, bahaya fisik, dan mana makanan yang bebas bahaya.

Dikatakannya, keamanan pangan telah menjadi salah satu isu sentral dalam perdagangan produk pangan. Penyediaan pangan yang cukup disertai dengan terjaminnya keamanan, mutu dan gizi pangan untuk dikonsumsi merupakan hal yang tidak bisa ditawar dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Tuntutan konsumen akan keamanan pangan seharusnya lebih mendorong kesadaran produsen menuju iklim persaingan sehat yang berhulu pada jaminan keamanan bagi konsumen.

Selain itu, perlu adanya sinergi lembaga penjamin dan penerbit sertifikasi pangan seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia dalam penerapan sistem keamanan pangan terpadu di Indonesia. Diharapkan dengan demikian, produk-produk pangan yang beredar di Indonesia akan aman dan bebas dari bahan-bahan berbahaya dan terjamin kehalalnya. [elr]

Z37

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDIndonesian